파 샤 Shamedia Personal Website

[FF] I Want To See You (4 of 4 End)

I Want To See You..

Author : ShamediA@2011

Cast : Lee JinKi (Onew), Lee Ji Eun (IU)

Support Cast : Kim JongHyun, Kim KiBum (Key) , Choi MinHo, Lee TaeMin, Lee Yoona

Genre : Romance, Family, Fan Fiction

Backsound : SHINee – One

Lenght : Sequel

Notes : entah setan apa yang merasuki pikiranku pas bikin FF ini. Tiba – tiba aja pas denger lagunya SHINee yang One, langsung ni tangan ngetik dengan sendirinya. Cerita ini hanyalah fiktif belaka, mian kalo jelek dan aneh bin geje. Maklum penulis masih amatir nih — “ tetep RCL yaa ^^

***CUE***

PART 4 – End

Pintu itu terbuka sebelum mereka berhasil menyentuhnya. Aneh. Tidak mungkin pintu itu  bisa terbuka sendiri bukan?

“Hyung?”

Seketika raut ketegangan tampak di wajah namja dan yeoja itu. Seorang namja cukup tampan muncul dari balik pintu itu dan setelah melihat namja dan yeoja yang ada di hadapannya, mata namja itu membulat dan menunjukkan amarah.

“Kibum-yya… ada apa ini?”

Namja bertubuh tegap itu terus menatap tajam ke arah namja bermata kucing dan yeoja cantik di depannya. Yeoja itu perlahan mundur berlindung dibalik punggung si namja bermata kucing itu.

“kibummie..aku takut..” bisiknya pelan

“it’s alright..” balas namja itu

“YA~ jangan bisik – bisik begitu di depanku! Mau apa kau kibum? Kenapa kau mengeluarkannya dari gudang?”

“YA~ Kau yang kenapa hyung! Kenapa kau menyiksa Ji Eun? Dia ini yeoja hyung, tak sepantasnya kau melakukan ini..!” amarah Kibum seketika memuncak.

Ji Eun kaget melihat Kibum yang emosi seperti itu. Tak pernah ia menyangka Kibum bisa marah seperti itu, karena selama ini Kibum adalah orang tersabar yang pernah ia temui.

“Jangan salahkan aku Kibum-aa, salahkan orang tuanya yang menjualnya padaku!”

“mereka seperti itu karena terpaksa hyung! “

“ah, masa bodoh! Cepat biarkan dia di dalam gudang, dia milikku.”

JongHyun menarik tangan Ji Eun dengan kasar.

“aahh” Ji Eun meringis kesakitan. Tangannya yang terluka itu ditarik dengan kasar dan sangat kuat oleh Jonghyun. Tangannya yang satunya lagi masih berpegangan erat dengan tangan Kibum. Kibum berusaha menarik Ji Eun dan melindunginya. Tapi,

“YA~ Ada apa ini?”

Datang sesosok namja tinggi tampan dan berkharisma namun sorot matanya menunjukkan kejahatan tersimpan disana.

“Minho-ya bantu aku. Tarik Kibum keluar!! CEPAATT!!” Kata Jonghyun sedikit membentak.

Minho yang sudah terbiasa dengan situasi seperti ini langsung menarik Kibum dan menggeret Kibum keluar. Kibum berusaha berontak namun dia tak bisa melawan tenaga Minho yang jelas lebih kuat darinya.

“Minho-yaa LEPASS!!” Kibum terus berontak,

Sementara itu, Jonghyun berhasil membawa Ji Eun kembali masuk ke gudang dan menguncinya disana.

“Huh..jangan coba – coba lari dariku..” Jonghyun menyeringai sambil mengunci pintu gudang.

“JONGHYUN OPPAAA…KELUARRKAAN AKU DARI SINII..KUMOHOONN…” Ji Eun menjerit sambil menangis dan menggedor pintu gudang. Namun Jonghyun sama sekali tak menghiraukannya.

“KIBUUMMIEE…TOLONGG AKUUU…!!” Ji Eun terus berteriak, kali ini memanggil Kibum yang masih di sergap Minho diluar.

“Kibuummie…” suara Ji Eun melemah. Tenaganya habis rasanya. Pandangannya memudar. Tubuhnya mulai terasa lemas. Keringatpun bercucuran di dahinya. Satu nama yang terlintas difikirannya saat ini. Hanya satu nama itu.

“Jin..ki..op..paa..”

Dan tubuh yeoja itu pun terkulai lemas di lantai.

Seorang namja terbangun dari tidurnya yang baru beberapa saat setelah memakan ayam goreng tadi. Tubuhnya masih terasa lemas. Terlihat raut cemas di wajah tampannya. Keringat mulai bercucuran di dahinya. Perasaannya sungguh tak enak saat ini. Yeoja itu, ia merasa mendengar yeoja itu berteriak memanggil namanya.Sesuatu yang buruk pasti terjadi pada yeoja itu.

Namja itu memaksa tubuhnya untuk bangkit dari kasur. Memaksa kakinya untuk beranjak dari rumah dan mencari yeoja itu. Memastikan bahwa yoeja itu baik – baik saja. Atau menyelamatkan yeoja itu jika ia benar – benar dalam keadaan berbahaya.

Tapi dimana? Dimana namja itu bisa menemukan yeoja itu? Dimana? Tempat mana lagi yang harus ia datangi? Sementara ia benar – benar tak punya petunjuk dimana yeoja itu berada.

Ah ya, sebuah nama tiba – tiba terlintas di pikiran namja itu. Ya, mungkin orang itu tahu dimana yeoja itu berada. Namja itu segera mencoba berjalan bahkan berlari menuju rumah orang itu. Semoga kali ini prediksinya benar. Semoga orang itu benar – benar bisa membantunya menemukan yeoja itu. Karena hanya orang itulah yang tahu bagaimana perasaannya dan orang itu cukup dekat dengan yeoja yang dicarinya itu.

Semoga orang itu benar – benar tahu. Atau bahkan, memang yeoja itu sedang berada di dekat orang itu?

Let’s begin
You are my one, my everything

*Jinki’s PoV*

Aku terus memaksa kedua kaki ku untuk melangkah secepat mungkin sambil menopang tubuhku yang cukup besar ini. Sulit? Sangat. Karena tubuhku terasa sangat lemas saat ini. Kepalaku juga terasa sangat berat. Pandanganku juga tak sejelas biasanya. Namun aku harus memaksa tubuhku untuk bergerak kali ini. Perasaanku sangat tak enak. Aku merasa sesuatu yang buruk terjadi padanya. Tadi aku sempat merasa dia memanggil namaku. Terdengar jelas ditelingaku walau suara itu terasa sangat lemah.

Ji eun..apa yang terjadi padamu?

Ah, memikirkan yeoja itu semakin membuatku tak sabar sampai ditempat yang kutuju dan bertemu dengan namja itu. Namja bermata kucing itu mungkin tau dimana Ji Eun sekarang. Ya, sebentar lagi aku sampai di rumah namja itu. Setelah belokan di depan itu aku akan sampai dan bertemu dengannya. Semoga dia ada dirumah. Aku benar – benar butuh bantuannya. Setidaknya jika ia tidak tau dimana Ji Eun berada, dia pasti mau membantuku mencari Ji Eun.

Akhirnya, sedikit lagi aku sampai. Yah disana mulai terlihat. Di gerbang rumah besar nan mewah itu terlihat plangkat kecil bertuliskan “Kim’s Family”

 

*Kibum’s PoV*

hh..hh…

tenagaku habis sudah. Kali ini aku hanya bisa duduk dan diam mengumpulkan kekuatan dari tenagaku yang tersisa. Namja itu benar – benar membuatku kelelahan. Atau mungkin ini karena aku tak pernah berkelahi sebelumnya? Entahlah.

“Kibum-ah, miahae. Aku tak ingin menyakitimu seperti ini, aku hanya menjalankan tugasku..”  Minho menatapku iba. Dia mengulurkan tangannya padaku.

“pergi kau..hh..hh..aku muak melihatmu..” ku tepis tangannya

Tiba – tiba Jonghyun hyung datang.

“Hey Kibum-aa.. jangan sekali – kali kau mencoba melepasnya lagi. Arra?” katanya sambil menarik badanku untuk berdiri.

“anniiyoo..aku akan berusaha melepasnya..” kataku sambil menatapnya tajam. Dan aku tau betul dia pasti akan sangat marah dengan jawabanku tadi.

“APA KAU BILANG…? BERANI MENANTANGKU YA?!!” Jonghyun hyung menarik kerah bajuku. Dan sedetik kemudian,

PLAAKK, BUUGG

tangan kekarnya menamparku hingga tubuhku terlempar cukup jauh darinya. Aku bisa merasakan sesuatu menetes dari ujung bibirku.

Aauh…

Cairan merah sedikit kental mengalir perlahan dari ujung bibirku.

“Hyung, sudahlah..” Minho mencoba menahan Jonghyun hyung. Aku tau dia merasa iba denganku.

“Aku tak takut denganmu hyung, aku akan tetap berusaha melepasnya…” kataku sambil berusaha bangkit.

“MWO?” mata Jonghyun hyung membuka lebar dan dengan cepat, Jonghyun hyung mendekat dan menamparku lagi

PLAAK

Aku kembali mundur dan badanku sedikit lagi akan menyentuh tanah. Namun, aku bisa merasakan sepasang lengan kekar menahan tubuhku supaya tidak menyentuh tanah. Siapa pemilik lengan ini?

 

*Jinki’s PoV*

Aku masuk ke halaman rumah Kibum. Awalnya agak heran juga kenapa gerbang rumahnya terbuka seperti ini, tak biasa sekali. Namun, aku langsung kaget dengan apa yang kulihat sekarang. Seorang namja yang sedikit lebih besar dari kibum menampar Kibum hingga terjatuh, sepertinya ada masalah serius.

Segera aku berjalan mendekat,

Namja itu kembali menarik Kibum dan menamparnya. Secepat mungkin ku paksa tubuhku untuk mendekat dan menangkap tubuh Kibum sebelum ia jatuh ke tanah.

GRAAB

Dan aku berhasil.

“Kibum-aa, gwenchanayo?”

Kibum melihatku kaget. Ku bantu ia berdiri.

“ne, gwenchana. Gomawo hyung..” ia tersenyum

“HEY YA~ NUGU?” Namja yang menampar Kibum tadi berteriak bertanya padaku. Entah kenapa namja itu terlihat begitu menyebalkan bagiku.

“Dia temanku Hyung..” Kibum yang menjawab suaranya melemah.

“Hey, pergi kau, kami sedang ada urusan!” namja itu berteriak lagi, mengusirku kali ini. Aku jadi semakin sebal dengan orang ini. Siapa dia sebenarnya?

“ANII…Biarkan dia disini dan tahu apa yang terjadi..” Kibum kembali menjawab, tapi aku tak paham apa maksudnya.

“ehm, kalau kau sedang sibuk aku bisa datang lagi nanti Kibum-ah..” kataku kemudian. Aku merasa tak enak sudah mengganggu.

“Anni hyung..justru aku merasa sangat senang kau disini sekarang”

“maksudmu?”

“namja itu hyungku, Jonghyun hyung. Dia menyekap Ji Eun di dalam gudang..”

“MWO?!!” seketika amarah menguasaiku, berarti benar apa yang kurasa. Ji Eun sedang dalam bahaya. Dan namja itu memang benar – benar menyebalkan. Kenapa dia menyekap Ji Eun-ku?

“ayo hyung, kita harus mengeluarkan Ji Eun..” Kibum menarik lenganku.

Aku mengangguk mantap dan menatap tajam ke arah Jonghyun.

“Dimana Ji Eun?”  tanyaku tegas.

“apa pedulimu?” Jonghyun menatapku dengan tatapan menantang

Aku tak tahan lagi, ku dekati namja itu kutarik ujung kerahnya.

“dimana Ji Eun?”

“mau apa kau ha?”

Sebuah tinjuan mulus mendarat di pipiku. Jonghyun berhasil menyingkirkan tanganku dan secepat mungkin meninju wajahku. Sepertinya namja ini sering melakukan ini.

Ji Eun..mianhae, i’m late.. but i wanna see you soon..

*Author’s PoV*

Perkelahian pun terjadi diantara JongHyun, JinKi, KiBum dan MinHo. Keempat namja itu saling memukul dan menyerang satu sama lain. Padahal sudah ada luka di tubuh mereka. Jonghyun berhadapan dengan Jinki dan Kibum dengan Minho. Hingga beberapa orang yang lalu lalang pun datang mendengar keributan yang terjadi dirumah keluarga Kim itu.

“ada apa ini? Panggil polisi, ada keributan disini..”

“jangan, kau tau kan ayah mereka itu mafia, kau bisa kena masalah nanti..”

“tapi ini tidak bisa dibiarkan..”

Beberapa diantara mereka menggumam dan saling menyela satu sama lain. Bingung apa yang harus mereka lakukan. Disatu sisi mereka ingin memanggil polisi untuk melerai perkelahian itu, tapi disisi lain mereka juga takut mengingat keluarga Kim itu terkenal sebagai keluarga mafia. Bisa habis mereka jika sampai ada masalah dengan polisi.

Kibum masih saja berusaha menyingkirkan tangan besar Minho dari tubuhnya. Minho memang tak tega jika harus memukul Kibum, makanya ia memutuskan untuk mengunci tubuh Kibum saja.

BUUG

Jonghyun tersungkur ke tanah. Kali ini pukulan Jinki berhasil membuatnya terjatuh. Terlihat emosi yang sangat membara dari tatapan Jinki. Wajah Jinki mulai terlihat lebam. Cairan merah mengalir di pelipis dan ujung bibirnya. Wajahnya tampak kelelahan.

Begitupun dengan Jonghyun. Kali ini ia benar – benar lelah untuk berkelahi. Tadinya ia berhasil mendominasi hingga membuat Jinki berkali – kali jatuh namun entah apa yang menjadi kekuatan Jinki hingga ia terus bangkit dan sekarang berhasil mengalahkannya.

“hh..kenapa kau..hh…” Jonghyun terlalu lelah untuk bicara

“berikan kunci gudangnya padaku.. atau kau mau mati di tanganku?” Jinki mengancam sambil menarik kembali kerah baju Jonghyun.

“kenapa..hh..kenapa kau begitu ingin..hh..mengambil yeoja itu..hh..”

“karena dia..” Jinki terdiam sejenak

“hidupku..”

Jonghyun tersentak kaget mendengarnya. Dia benar – benar tak menyangka. Sebegitu pentingnya kah yeoja yang ia siksa itu untuk namja di depannya ini. Apakah itu yang menjadi kekuatan namja ini, hingga namja ini berhasil membalikkan keadaan yang semula kalah menjadi menang telak seperti ini?

“YA~ Mana kuncinya??!!” Jinki tak sabar lagi,

PLAAK

Ia kembali menampar Jonghyun. Jonghyun meringis kesakitan. Sudah tak bisa lagi ia mengelak. Tenaganya sudah benar – benar habis. Di rogohnya saku celananya, mengambil sebuah benda kecil dan menyerahkannya ke tangan Jinki.

Jinki meraih benda itu cepat dan meletakkan badan Jonghyun di tanah begitu saja, seraya berlari masuk kedalam rumah mewah itu. Mencari – cari dimana tempat Ji Eun berada. Dibukanya seluruh ruangan yang ia temui di rumah itu. Hingga tibalah ia disebuah ruangan yang terkunci.

“pasti Ji Eun disini..”

Dengan tak sabar Jinki membuka pintu gudang itu. Dan,

BRAAKK

Di tendangnya keras pintu ruangan itu. Seketika ia menemukan seorang yeoja terkulai di lantai dengan memar di tubuhnya.

“JI EUN-AA!!” serunya panik dan segera berlari memeluk tubuh lemah itu.

“Ji Eun-aaah, buka matamu…ini akuu..ini akuu Jinki..”

Jinki menggoyang – goyangkan badan Ji Eun. Perlahan, mata Ji Eun terbuka.

“Ji Eun-aa…” Jinki memanggil Ji Eun dengan lembut, tak sepanik tadi.

“hm..op..ppaa..” Ji Eun tersenyum menatap Jinki dengan tatapan sayu

“gwenchanayo?” Jinki ikut tersenyum, matanya terlihat berkaca – kaca menahan air mata. Ia tak ingin menangis, setidaknya di depan yeoja ini.

“ne..oppa..gwe..n..chana..” jawab Ji Eun lemah.

“mianhae..mianhae…mianhae aku terlambat Ji Eun-aa.. mianhae aku tak bisa melindungimu..” Jinki terisak, air mata itu tak sanggup lagi ia tahan. Perlahan, menetes lah bulir – bulir bening itu dari ujung mata sipitnya.

“anii oppa..kau..datang disaat yang tepat..” Ji Eun mencoba tetap tersenyum, suaranya masih terdengar lemah

“tapi kau sudah seperti ini, harusnya aku..”

“sst…” Ji Eun menempelkan telunjuknya di bibir Jinki

“gomawo oppa…” Ji Eun tersenyum

“kau tau, aku bahagia bisa bersamamu lagi, biarkan aku ikut denganmu lagi oppa..aku tak ingin kembali ke orang tuaku..” kata Ji Eun lagi, membuat Jinki tersenyum lebih lebar dari sebelumnya.

“ne..kau boleh bersamaku dan kau memang harus bersamaku Ji Eun-aa..”

Jinki langsung memeluk tubuh Ji Eun. Mencium lembut puncak kepalanya. Ji Eun mulai menangis. Tak disangka, namja ini datang menyelamatkannya. Dia akan merasa aman berada di dekat namja ini.

“Ji Eun-aa..ada sesuatu yang ingin ku katakan padamu, “ kata Jinki lembut sambil menarik badannya untuk melihat wajah Ji Eun yang Hm.. yeppeo..

“wae?”

“saranghae..” kata – kata itu meluncur cepat dari bibir Jinki. Membuat jantung Ji Eun berhenti berdetak sejenak. Tak salah dengarkah?

“jeongmal saranghae..” kata Jinki lagi, sambil menatap Ji Eun lembut

“jin..jinjja?”

“ne..jeongmal saranghae Ji Eun-aah..”

Ji Eun tersenyum dan langsung memeluk Jinki.

“na do oppa…na do saranghaeyo..”

Jinki pun tak kalah kaget mendengarnya. Namun setelah itu, perasaan bahagia mencuat dari hatinya. Benar – benar tak menyangka yeoja ini juga mencintainya.

Ji Eun melepaskan pelukannya dan menatap Jinki lekat – lekat. Senyuman masih terlukis di wajah imutnya. Membuat Jinki sangat bahagia dan juga tak bisa melepaskan senyuman di wajahnya.

“oppa..”

“ne chagiya?”

Ji Eun tersentak mendengar panggilan barunya. Lalu kembali tersenyum, terlintas pikiran untuk menggoda namja tampan di depannya ini.

“bagaimana kalau kita menikah saja?” katanya kemudian sambil tersenyum menggoda.

“MWO?” Kata – kata itu tadi berhasil membuat wajah Jinki memerah. Dan salah tingkah. Tak siap kalau yeoja cantiknya ini akan berkata demikian.

“be..benarkah kau ingin kita menikah?” Jinki menjadi kikuk, bingung harus bersikap bagaimana.

“haha, dasar oppa pabo! Jelas tidak, aku masih sekolah oppa..nanti yaa setelah aku lulus, kau baru boleh menikahiku..arra?” jelas Ji Eun sambil tertawa

“ne..ne..arraseo..hehe..” jawab Jinki sambil tertunduk malu. Bodoh sekali dia hingga melupakan berapa usia Ji Eun saat ini. Tentu saja Ji Eun masih belum cukup umur untuk menikah. Dan dia sendiri juga belum siap jika harus menikah.

“saranghae oppa..” kata Ji Eun sambil meletakkan kepalanya di dada bidang Jinki. Memeluk tubuh Jinki erat dan menghirup aroma khas tubuhnya.

“na do saranghae Ji Eun-aa…” Jinki balas memeluk Ji Eun, mengecup lembut puncak kepalanya dan mendekap Ji Eun semakin erat kedalam pelukannya. Tak ingin melepaskan yeoja itu lagi.


I really, really, I want to love you like crazy

I can do that now, right?

***END***

Notes : eottoke? Geje ya? Hehe mianhae… thanks for reading and please comment and like if you like it..hehe :)

Annyeong…

Comments on: "[FF] I Want To See You (4 of 4 End)" (6)

  1. be the first ???
    me ??
    * tengok kanan kiri

    ahahhhahhhaaha. . . . . finally,setelah sekian lama aku berusaha,akhirnya bisa juga kan komen d blog mu langsung,kekekeke
    mian banget gbs komen panjang panjang,ini lagi di warnet dan barusan ditelpon apaa buat pulang
    *curcol

    overall…..everything is fine kog ukht,diksi nya lumayan,penulisannya jg gpp,hangukeo nya jg diatas rata rata (?)
    mungkin satu aja yg kurang….
    foto…yup foto,coba kalo ditambah foto,pasti imajinasi lebih main ^^

    eh udahan dulu,komennya aku sambung kpan2 lagi,barusan uda dimiskol ni
    bubye~ annyeong

    • haha iya un..maklum blog ga terkenal gini kan sepi –”
      gomawoo ya unn udh mampir *hug*

      udh baca yg mana?
      wee diatas rata2?? 0-0 *emang yg rata2 gmn?
      hehe maklum aq males ngedit2 foto haha
      tar deh lek sempet tak bikin hehe :D

      gomawo Un^^

  2. Ampun deh gak bisa bayangin shinee berantem xD
    Ending.a bagus, Alhamdulilah yah gada scene lips kissing wkwk..
    Nice ff thor (y)

  3. so sweet… gak tau mw komen tw beri saran apa…
    kalo castnya iu,,, ttep nice bagi aq…hehe
    tp jujur endingnya so sweet bgt, bkin aqe senyum2 gaje…hehe
    ditunggu ff berikutnya,,, kalo bisa castnya iu lagi ya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.