<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>파 샤 Shamedia Personal Website</title>
	<atom:link href="http://shaokt.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://shaokt.wordpress.com</link>
	<description>파 샤 Shamedia Personal Website</description>
	<lastBuildDate>Fri, 25 Nov 2011 04:06:06 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='shaokt.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>파 샤 Shamedia Personal Website</title>
		<link>http://shaokt.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://shaokt.wordpress.com/osd.xml" title="파 샤 Shamedia Personal Website" />
	<atom:link rel='hub' href='http://shaokt.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>[FF] An Onew World (3 of ?)</title>
		<link>http://shaokt.wordpress.com/2011/08/08/ff-an-onew-world-3-of/</link>
		<comments>http://shaokt.wordpress.com/2011/08/08/ff-an-onew-world-3-of/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Aug 2011 16:40:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>shamedia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fan Fiction]]></category>
		<category><![CDATA[My Stories]]></category>
		<category><![CDATA[f(x)]]></category>
		<category><![CDATA[Fan Fic]]></category>
		<category><![CDATA[FanFic]]></category>
		<category><![CDATA[FF]]></category>
		<category><![CDATA[Korean]]></category>
		<category><![CDATA[Lee Jinki]]></category>
		<category><![CDATA[Luna]]></category>
		<category><![CDATA[Onew]]></category>
		<category><![CDATA[Romance]]></category>
		<category><![CDATA[SHINee]]></category>
		<category><![CDATA[Story]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://shaokt.wordpress.com/?p=218</guid>
		<description><![CDATA[An Onew World Author : ShamediA@2011 Main Cast : Lee JinKi a.k.a Onew SHINee &#38; Park Sun Young a.k.a Luna f(x) &#8211;&#62;  LUNEW (루뉴) couple Genre : Romance, Fan Fiction Backsound : A Whole New World OST.Alladin Notes : awalnya ff ini berjudul a whole new world *soalnya inspirasinya dari lagu itu* tapi ditengah – [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=shaokt.wordpress.com&amp;blog=1849278&amp;post=218&amp;subd=shaokt&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong></strong><strong>An Onew World<br />
</strong></p>
<p>Author : ShamediA@2011</p>
<p>Main Cast : Lee JinKi a.k.a Onew SHINee &amp; Park Sun Young a.k.a Luna f(x) &#8211;&gt;  LUNEW (루뉴) couple</p>
<p>Genre : Romance, Fan Fiction</p>
<p>Backsound : A Whole New World OST.Alladin</p>
<p>Notes : awalnya ff ini berjudul a whole new world *soalnya inspirasinya dari lagu itu* tapi ditengah – tengah bikin, jadi pengen ngganti judulnya hehe. ok, tetep RCL yaaa ^^ Gomawoo</p>
<p>happy reading <img src="http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif?m=1305451291g" alt=":)" /></p>
<p align="center">***CUE***<span id="more-218"></span></p>
<p><em>Unbelievable sights<br />
Indescribable feeling<br />
Soaring, tumbling, freewheeling<br />
Through an endless diamond sky</em></p>
<p><em>*Author’s PoV*</em></p>
<p>“kalau begitu, let me share my onew world with you..”</p>
<p>“MWO?”</p>
<p>“ehm, eh a..aanniiyoo..mianhae, just forget it Luna-ah..annyeong”</p>
<p>KLIK</p>
<p>Namja tampan berkemeja biru muda itu langsung menutup teleponnya yang baru beberapa menit saja berlalu. Wajahnya nampak bersemu memerah. Terlihat sedikit kikuk dan bingung memikirkan kata – kata yang meluncur begitu saja dari bibirnya beberapa detik yang lalu. Namja imut yang juga tak kalah tampan bertubuh lebih kurus dari namja tampan itu menatapnya lekat – lekat. Bingung dengan perubahan yang terjadi dengan wajah tampan di depannya itu. Sedetik yang lalu wajah itu bersemu ceria sambil berbicara riang bahkan menyanyi dengan yang ada disebrang teleponnya. Dan sedetik setelahnya wajah tampan itu tampak memerah malu dan salah tingkah.</p>
<p>“wae? Kenapa kau menatapku seperti itu?”</p>
<p>Tampaknya namja tampan itu mulai menyadari sepasang mata sipit yang menatapnya tajam sedari tadi.</p>
<p>“hehe, anniyo hyung..” terkekeh pelan mengetahui namja tampan yang tak lain adalah hyungnya itu menyadari tatapannya.</p>
<p>“ah, tak mungkin. Kau pasti memikirkan sesuatu ne?”</p>
<p>Mulai memandang curiga dengan namja kurus didepannya.</p>
<p>“a..anni..”</p>
<p>Mencoba menyanggah, berharap namja chubby didepannya tidak mempermasalahkan hal ini lebih panjang. Namun sepertinya, harapan itu tak terwujud.</p>
<p>“sini kau pabo!!”</p>
<p>Sedetik kemudian kedua namja itu berlarian mengitari meja dan kursi diruangan tamu yang cukup besar itu sambil meneriaki satu sama lain.</p>
<p>“Ampuunn hyuungg!!!”</p>
<p>“Kemarii kauu Taemiinniiiee!!”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Di sudut sebuah kamar yang dipenuhi dengan lukisan dimana – mana. Seorang yeoja cantik duduk di pinggiran kasur berseprei bunga – bunga miliknya dan masih saja tersenyum dengan kedua pipi yang memerah. Membuatnya terlihat semakin, yeppeo.</p>
<p>“apa katanya tadi? Let me share my onew world with you? Hihi”</p>
<p>Terkekeh pelan sambil menggumam dengan dirinya sendiri. Mengingat telepon yang terakhir kali masuk di handphonenya. Dan masih teringat sangat jelas kata – kata namja itu. Namja tampan berpipi chubby dan bersuara lembut itu. Ah, ingin sekali yeoja itu kembali mendengar suaranya. Bila perlu merekamnya untuk dijadikan nada dering handphonenya.</p>
<p>Hey? Kenapa yeoja ini tiba – tiba menjadi seperti ini? Padahal belum 24 jam ia mengenal namja itu. Wae?</p>
<p align="center">***</p>
<p>            Seorang namja tampan berjalan menyusuri pinggir jalanan kota seoul. Sedikit lagi, ia akan sampai di tempat yang ia tuju. Sebuah gedung pertunjukkan berlantai 3 dan bisa dibilang mewah. Ada yang pasti sudah menunggunya disana. Ya, mereka yang memberinya kesempatan untuk menyalurkan bakat dan minatnya dibidang musik.</p>
<p>TAP&#8230;TAP..</p>
<p>Akhirnya tiba juga namja tampan ini di pelataran gedung mewah itu. Seorang namja bertubuh kurus sedang mondar – mandir di pintu utama gedung penuh kaca itu. Seorang namja lain berdiri bersendekap menyandar pada pinggir pintu. Tersenyum lembut melihat kedua namja itu gelisah menunggunya. Segera beranjak setengah berlari mendekati kedua namja itu.</p>
<p>“Annyeong hyung!!”</p>
<p>Kedua namja yang sedang gelisah langsung menampilkan raut lega begitu melihat seseorang yang mereka tunggu datang dan menyapa.</p>
<p>“Aiigooo Jinki-aa.. kemana saja kau ini?? “</p>
<p>“kami sudah menunggumu. Kajja..”</p>
<p>Kim Jaejoong dan Jung Yunho adalah produser dan manajer dari seorang Lee Jinki. Pianist sekaligus Penyanyi pendatang baru untuk sebuah perusahaan rekaman bertajuk KimEntertainment. Ya, Kim Entertainment adalah salah satu cabang dari perusahaan seni yang sudah cukup terkenal di seluruh korea juga di asia tenggara milik keluarga bermarga Kim, yang tak lain adalah keluarga Jaejoong.</p>
<p>“Ok Jinki-aa, nanti pada segment awal bawakan lagu Forever More terlebih dahulu, Setelah berbincang dengan MC barulah bawakan lagu Your Name, arra?”</p>
<p>“ne..ne arraseo hyung-aa”</p>
<p>Yunho mulai membriefing Jinki dibackstage. Jaejoong memperhatikan mereka berdua sambil sesekali menatap lembaran berisi susunan acara bertajuk “The First Debut Concert of ‘Lee Jinki – Forever More’ Album”</p>
<p>*reader : apaan sih thor? Author : ampun biasa otak lagi hang*</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Tersenyum tipis sambil menggumam, “Come on Jinki, Fighting..! show us your sweat voice and your amazing fingers”</p>
<p>“Kau siap? “ Yunho kembali memastikan</p>
<p>Jinki hanya mengangguk sambil tersenyum. Jantungnya berdebar kencang. Sungguh ia sangat gugup saat ini. Inilah awal karir yang diinginkannya. Terlintas sebuah wajah cantik difikirnya. Berharap yeoja itu berada disini sekarang.</p>
<p>“Ok Jinki-aa, Fighting!!”</p>
<p>“Fuuh&#8230;” meniupkan nafas dan mulai beranjak menuju panggung yang diatasnya sudah terdapat sebuah piano besar dan sangat mewah.</p>
<p>Membungkuk perlahan dan tersenyum pada pengunjung yang datang dan mulai duduk dibalik piano hitam besar yang memang disediakan untuknya. Sekilas, ia bisa melihat Eomma, Appa dan Dongsaengnya duduk di kursi pengunjung barisan pertama membawa tulisan “Jinki Fightiing!!”</p>
<p>Tersenyum lembut dan mulai menekan tuts – tuts piano di depannya. Membuka bibir tebalnya dan mulai mengeluarkan suara lembutnya.</p>
<p><em>“Before we go to sleep tonight, we say our prayer and i hold you tight&#8230;”</em></p>
<p>*inget – inget pas jinki nyanyi Forever more sambil main piano, aigoo*</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Seorang yeoja masih sibuk dengan kuas dan cat minyak warna – warni di tangannya. Kamarnya terlihat sangat berantakan. Wajahnya juga terlihat sangat lelah, namun itu tak menghentikan aktifitasnya saat ini. Tiba – tiba sebuah suara yang berasal dari TV di ruangan tengah berhasil membuatnya menghentikan aktifitasnya.</p>
<p><em>“and forever more, I’ll be the one to love you..to love you, when you need me I’ll be there to make you smile..”</em></p>
<p>Suara itu, terdengar familiar di telinga Yeoja cantik itu.</p>
<p>“omo..berbakat sekali pendatang baru ini..”</p>
<p>Mulai terdengar komentar Eommanya. Rupanya Eomma yang sedang menonton.</p>
<p>Segera yeoja cantik itu beranjak menuju ruang tengah, dan benar saja. Eomma yang sedang menonton TV sambil mengaduk adonan kue. Menyadari ada seseorang yang datang, yeoja paruh baya itu tersenyum dan menghentikan aktifitasnya.</p>
<p>“hmm, kalau mau ikut nonton jangan jauh – jauh gitu, Luna-aa”</p>
<p>“hehe ne Eomma..”</p>
<p>“Lihat itu, namja muda itu sangat berbakat ne?”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>*Luna’s PoV*</em></p>
<p>Aku masih tak percaya dengan yang kulihat saat ini. Benarkah namja yang berada di TV itu namja itu? Namja yang beberapa hari ini dekat denganku? Namja yang kuberi julukan baru itu? Tapi kenapa namja ini tidak pernah bercerita bahwa ia seorang pemain piano dan penyanyi?</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>“..Jinki-ssi, benarkah kau ingin dipanggil dengan nama Onew? Ceritakan pada kami kenapa kau ingin dipanggil seperti itu ne?”</em></p>
<p><em>“hmm, karena seseorang mengatakan suaraku sangat lembut dan lebih jauhnya aku bisa membuat orang lain nyaman di dekatku. Karena itu ia memanggilku Onew. Dan aku menyukai panggilan itu, karena entah kenapa aku merasa lebih bersemangat mengingat nama itu..”</em></p>
<p><em> </em></p>
<p>MWO? Dia menggunakan panggilan dariku?</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>“omo&#8230;siapa yang memberimu nama itu? Apakah orang yang spesial?”</em></p>
<p><em>“hmm..ne, cukup spesial hehe..”</em></p>
<p><em>“nugu-yaa??”</em></p>
<p><em>Terdengar teriakan dari penonton ‘Nugu Nugu Nugu’</em></p>
<p><em>“hm,mungkin kau bisa mengirim pesan untuknya, barangkali dia menonton acara ini sekarang Onew-ssi..”</em></p>
<p><em>“ehm..annyeong, gomawo sudah memberiku nama baru ini ne? Gomawo Luna-aa..”</em></p>
<p><em> </em></p>
<p>OMO&#8230;</p>
<p>Ini benar – benar Onew? Onew yang ku kenal? Dia menyebut namaku barusan?</p>
<p>Eh tunggu, aku jadi teringat kemarin saat terakhir kali bertemu dengannya di atas pohon yang tak lain adalah tempat favorit kami.</p>
<p><em>#flashback</em></p>
<p>Onew oppa masih duduk disampingku sambil memperhatikan gerakan jariku yang menari indah di atas kertas gambar berukuran A4. Kali ini aku sedang membuat sketsa dari apa yang kulihat di depanku saat ini. Pemandangan sekitar sungai han ditambah dengan senja dan matahari yang beranjak pergi.</p>
<p>“hm..Oppa..” ku alihkan wajahku menatapnya</p>
<p>“ne?”</p>
<p>“besok temani aku disini lagi ya? Aku ingin menyelesaikan sketsa ini..”</p>
<p>Onew oppa tersenyum, lalu mengacak rambutku pelan dan berkata,</p>
<p>“ini kan sudah selesai? memang mau kau beri apa lagi heum? Menurutku ini sangat bagus”</p>
<p>“ah, kurang menarik oppa..lihatlah ini hanya menggunakan pensil biasa. Aku ingin menambahkan warna – warna supaya terlihat lebih indah, bagaimana menurutmu?”</p>
<p>“ne..ne.. mungkin lebih bagus dengan warna”</p>
<p>Selalu seperti itu. Terkadang namja ini menyebalkan karena berkata – kata singkat, padahal aku menjelaskan panjang lebar. Tapi walau begitu, aku tetap nyaman berada di dekatnya.</p>
<p>“jadi, temani aku besok ne?” kataku manja sambil menyandarkan kepalaku di bahunya. Segera tercium aroma mint yang khas yang juga membuatku nyaman dekat dengannya.</p>
<p>“hm, kenapa tidak kau selesaikan dirumah saja?”</p>
<p>“ah oppa&#8230; tidak enak tanpa melihat semua ini secara langsung.. temani aku ne?” kataku sambil menarik &#8211; narik lengannya.</p>
<p>“hm, mianhae Luna-aa bukannya aku tidak mau, tapi aku ada acara besok” katanya sambil menunduk</p>
<p>“hm,acara apa? Begitu pentingkah untukmu oppa?”</p>
<p>“ne, sangat penting. Aku tidak boleh melewatkannya Luna-aa.. mianhae..”</p>
<p><em>#endflashback</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“ehem..” sebuah suara mengagetkan lamunanku</p>
<p>“apa Luna yang dimaksud namja itu adalah&#8230;” Eomma menatapku curiga</p>
<p>“aa..apa sih Eomma..”</p>
<p>“apa itu namja yang sering kau ceritakan pada Eomma?yang sering menemanimu akhir – akhir ini??heum?”</p>
<p>“ne Eomma.. namja ini..” dan pipiku pun mulai bersemu.</p>
<p>“aigoo, dia mulai menyanyi lagi..” Eomma menunjuk ke arah TV dan membesarkan volumenya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>“Nee gin saeng meori, nan hwanghol hae Nal seuchyeogal ddae, ajjil han geol nan Geureol ddaemada nan, nae yeppeun eereumeul.. Bulleobogo shipeo eereokhae&#8230;”</em></p>
<p><em>(I’m entranced by your long, straight hair, I feel dizzy when you pass me by, whenever that happens, i want to call out your pretty name Like this..)</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Suara itu, begitu lembut dan indah di telingaku. Wajah itu, terlihat semakin tampan. Neomu kyeopta ne?</p>
<p><em>Hmm, i wanna know more about you and i wanna entering your Onew world, may I?</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>***to be continue***</em></p>
<p>Eotthokke? Just leave your comment ne? Say it worst if it really bad, and gimme some advice ok? But if you like it, just push the Like button. Hehe gomawoo ^o^</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/shaokt.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/shaokt.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/shaokt.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/shaokt.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/shaokt.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/shaokt.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/shaokt.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/shaokt.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/shaokt.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/shaokt.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/shaokt.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/shaokt.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/shaokt.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/shaokt.wordpress.com/218/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=shaokt.wordpress.com&amp;blog=1849278&amp;post=218&amp;subd=shaokt&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://shaokt.wordpress.com/2011/08/08/ff-an-onew-world-3-of/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/620d187da1c5a89e0eeb94a8c3bd625c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Sha-Umh MedIa</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif?m=1305451291g" medium="image">
			<media:title type="html">:)</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>[FF] I Want To See You (4 of 4 End)</title>
		<link>http://shaokt.wordpress.com/2011/07/26/ff-i-want-to-see-you-4-of-4-end/</link>
		<comments>http://shaokt.wordpress.com/2011/07/26/ff-i-want-to-see-you-4-of-4-end/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Jul 2011 04:36:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>shamedia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fan Fiction]]></category>
		<category><![CDATA[My Stories]]></category>
		<category><![CDATA[FanFic]]></category>
		<category><![CDATA[FF]]></category>
		<category><![CDATA[IU]]></category>
		<category><![CDATA[Lee Jinki]]></category>
		<category><![CDATA[Onew]]></category>
		<category><![CDATA[Romance]]></category>
		<category><![CDATA[Sequel]]></category>
		<category><![CDATA[SHINee]]></category>
		<category><![CDATA[Story]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://shaokt.wordpress.com/?p=176</guid>
		<description><![CDATA[I Want To See You.. Author : ShamediA@2011 Cast : Lee JinKi (Onew), Lee Ji Eun (IU) Support Cast : Kim JongHyun, Kim KiBum (Key) , Choi MinHo, Lee TaeMin, Lee Yoona Genre : Romance, Family, Fan Fiction Backsound : SHINee – One Lenght : Sequel Notes : entah setan apa yang merasuki pikiranku pas [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=shaokt.wordpress.com&amp;blog=1849278&amp;post=176&amp;subd=shaokt&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>I Want To See You..</strong></p>
<p>Author : ShamediA@2011</p>
<p>Cast : Lee JinKi (Onew), Lee Ji Eun (IU)</p>
<p>Support Cast : Kim JongHyun, Kim KiBum (Key) , Choi MinHo, Lee TaeMin, Lee Yoona</p>
<p>Genre : Romance, Family, Fan Fiction</p>
<p>Backsound : SHINee – One</p>
<p>Lenght : Sequel</p>
<p>Notes : entah setan apa yang merasuki pikiranku pas bikin FF ini. Tiba – tiba aja pas denger lagunya SHINee yang One, langsung ni tangan ngetik dengan sendirinya. Cerita ini hanyalah fiktif belaka, mian kalo jelek dan aneh bin geje. Maklum penulis masih amatir nih — “ tetep RCL yaa ^^</p>
<p align="center">***CUE***</p>
<p><strong>PART 4 – End </strong></p>
<p>Pintu itu terbuka sebelum mereka berhasil menyentuhnya. Aneh. Tidak mungkin pintu itu  bisa terbuka sendiri bukan?<span id="more-176"></span></p>
<p>“Hyung?”</p>
<p>Seketika raut ketegangan tampak di wajah namja dan yeoja itu. Seorang namja cukup tampan muncul dari balik pintu itu dan setelah melihat namja dan yeoja yang ada di hadapannya, mata namja itu membulat dan menunjukkan amarah.</p>
<p>“Kibum-yya&#8230; ada apa ini?”</p>
<p>Namja bertubuh tegap itu terus menatap tajam ke arah namja bermata kucing dan yeoja cantik di depannya. Yeoja itu perlahan mundur berlindung dibalik punggung si namja bermata kucing itu.</p>
<p>“kibummie..aku takut..” bisiknya pelan</p>
<p>“it’s alright..” balas namja itu</p>
<p>“YA~ jangan bisik – bisik begitu di depanku! Mau apa kau kibum? Kenapa kau mengeluarkannya dari gudang?”</p>
<p>“YA~ Kau yang kenapa hyung! Kenapa kau menyiksa Ji Eun? Dia ini yeoja hyung, tak sepantasnya kau melakukan ini..!” amarah Kibum seketika memuncak.</p>
<p>Ji Eun kaget melihat Kibum yang emosi seperti itu. Tak pernah ia menyangka Kibum bisa marah seperti itu, karena selama ini Kibum adalah orang tersabar yang pernah ia temui.</p>
<p>“Jangan salahkan aku Kibum-aa, salahkan orang tuanya yang menjualnya padaku!”</p>
<p>“mereka seperti itu karena terpaksa hyung! “</p>
<p>“ah, masa bodoh! Cepat biarkan dia di dalam gudang, dia milikku.”</p>
<p>JongHyun menarik tangan Ji Eun dengan kasar.</p>
<p>“aahh” Ji Eun meringis kesakitan. Tangannya yang terluka itu ditarik dengan kasar dan sangat kuat oleh Jonghyun. Tangannya yang satunya lagi masih berpegangan erat dengan tangan Kibum. Kibum berusaha menarik Ji Eun dan melindunginya. Tapi,</p>
<p>“YA~ Ada apa ini?”</p>
<p>Datang sesosok namja tinggi tampan dan berkharisma namun sorot matanya menunjukkan kejahatan tersimpan disana.</p>
<p>“Minho-ya bantu aku. Tarik Kibum keluar!! CEPAATT!!” Kata Jonghyun sedikit membentak.</p>
<p>Minho yang sudah terbiasa dengan situasi seperti ini langsung menarik Kibum dan menggeret Kibum keluar. Kibum berusaha berontak namun dia tak bisa melawan tenaga Minho yang jelas lebih kuat darinya.</p>
<p>“Minho-yaa LEPASS!!” Kibum terus berontak,</p>
<p>Sementara itu, Jonghyun berhasil membawa Ji Eun kembali masuk ke gudang dan menguncinya disana.</p>
<p>“Huh..jangan coba – coba lari dariku..” Jonghyun menyeringai sambil mengunci pintu gudang.</p>
<p>“JONGHYUN OPPAAA&#8230;KELUARRKAAN AKU DARI SINII..KUMOHOONN&#8230;” Ji Eun menjerit sambil menangis dan menggedor pintu gudang. Namun Jonghyun sama sekali tak menghiraukannya.</p>
<p>“KIBUUMMIEE&#8230;TOLONGG AKUUU&#8230;!!” Ji Eun terus berteriak, kali ini memanggil Kibum yang masih di sergap Minho diluar.</p>
<p>“Kibuummie&#8230;” suara Ji Eun melemah. Tenaganya habis rasanya. Pandangannya memudar. Tubuhnya mulai terasa lemas. Keringatpun bercucuran di dahinya. Satu nama yang terlintas difikirannya saat ini. Hanya satu nama itu.</p>
<p>“Jin..ki..op..paa..”</p>
<p>Dan tubuh yeoja itu pun terkulai lemas di lantai.</p>
<p>Seorang namja terbangun dari tidurnya yang baru beberapa saat setelah memakan ayam goreng tadi. Tubuhnya masih terasa lemas. Terlihat raut cemas di wajah tampannya. Keringat mulai bercucuran di dahinya. Perasaannya sungguh tak enak saat ini. Yeoja itu, ia merasa mendengar yeoja itu berteriak memanggil namanya.Sesuatu yang buruk pasti terjadi pada yeoja itu.</p>
<p>Namja itu memaksa tubuhnya untuk bangkit dari kasur. Memaksa kakinya untuk beranjak dari rumah dan mencari yeoja itu. Memastikan bahwa yoeja itu baik – baik saja. Atau menyelamatkan yeoja itu jika ia benar – benar dalam keadaan berbahaya.</p>
<p>Tapi dimana? Dimana namja itu bisa menemukan yeoja itu? Dimana? Tempat mana lagi yang harus ia datangi? Sementara ia benar – benar tak punya petunjuk dimana yeoja itu berada.</p>
<p>Ah ya, sebuah nama tiba – tiba terlintas di pikiran namja itu. Ya, mungkin orang itu tahu dimana yeoja itu berada. Namja itu segera mencoba berjalan bahkan berlari menuju rumah orang itu. Semoga kali ini prediksinya benar. Semoga orang itu benar – benar bisa membantunya menemukan yeoja itu. Karena hanya orang itulah yang tahu bagaimana perasaannya dan orang itu cukup dekat dengan yeoja yang dicarinya itu.</p>
<p>Semoga orang itu benar – benar tahu. Atau bahkan, memang yeoja itu sedang berada di dekat orang itu?</p>
<p><em>Let’</em><em>s begin</em><em>&#8230;<br />
You are my one, my everything</em><em>&#8230;</em></p>
<p><em>*Jinki’s PoV*</em></p>
<p>Aku terus memaksa kedua kaki ku untuk melangkah secepat mungkin sambil menopang tubuhku yang cukup besar ini. Sulit? Sangat. Karena tubuhku terasa sangat lemas saat ini. Kepalaku juga terasa sangat berat. Pandanganku juga tak sejelas biasanya. Namun aku harus memaksa tubuhku untuk bergerak kali ini. Perasaanku sangat tak enak. Aku merasa sesuatu yang buruk terjadi padanya. Tadi aku sempat merasa dia memanggil namaku. Terdengar jelas ditelingaku walau suara itu terasa sangat lemah.</p>
<p>Ji eun..apa yang terjadi padamu?</p>
<p>Ah, memikirkan yeoja itu semakin membuatku tak sabar sampai ditempat yang kutuju dan bertemu dengan namja itu. Namja bermata kucing itu mungkin tau dimana Ji Eun sekarang. Ya, sebentar lagi aku sampai di rumah namja itu. Setelah belokan di depan itu aku akan sampai dan bertemu dengannya. Semoga dia ada dirumah. Aku benar – benar butuh bantuannya. Setidaknya jika ia tidak tau dimana Ji Eun berada, dia pasti mau membantuku mencari Ji Eun.</p>
<p>Akhirnya, sedikit lagi aku sampai. Yah disana mulai terlihat. Di gerbang rumah besar nan mewah itu terlihat plangkat kecil bertuliskan “Kim’s Family”</p>
<p><em> </em></p>
<p><em>*Kibum’s PoV*</em></p>
<p>hh..hh&#8230;</p>
<p>tenagaku habis sudah. Kali ini aku hanya bisa duduk dan diam mengumpulkan kekuatan dari tenagaku yang tersisa. Namja itu benar – benar membuatku kelelahan. Atau mungkin ini karena aku tak pernah berkelahi sebelumnya? Entahlah.</p>
<p>“Kibum-ah, miahae. Aku tak ingin menyakitimu seperti ini, aku hanya menjalankan tugasku..”  Minho menatapku iba. Dia mengulurkan tangannya padaku.</p>
<p>“pergi kau..hh..hh..aku muak melihatmu..” ku tepis tangannya</p>
<p>Tiba – tiba Jonghyun hyung datang.</p>
<p>“Hey Kibum-aa.. jangan sekali – kali kau mencoba melepasnya lagi. Arra?” katanya sambil menarik badanku untuk berdiri.</p>
<p>“anniiyoo..aku akan berusaha melepasnya..” kataku sambil menatapnya tajam. Dan aku tau betul dia pasti akan sangat marah dengan jawabanku tadi.</p>
<p>“APA KAU BILANG&#8230;? BERANI MENANTANGKU YA?!!” Jonghyun hyung menarik kerah bajuku. Dan sedetik kemudian,</p>
<p>PLAAKK, BUUGG</p>
<p>tangan kekarnya menamparku hingga tubuhku terlempar cukup jauh darinya. Aku bisa merasakan sesuatu menetes dari ujung bibirku.</p>
<p>Aauh&#8230;</p>
<p>Cairan merah sedikit kental mengalir perlahan dari ujung bibirku.</p>
<p>“Hyung, sudahlah..” Minho mencoba menahan Jonghyun hyung. Aku tau dia merasa iba denganku.</p>
<p>“Aku tak takut denganmu hyung, aku akan tetap berusaha melepasnya&#8230;” kataku sambil berusaha bangkit.</p>
<p>“MWO?” mata Jonghyun hyung membuka lebar dan dengan cepat, Jonghyun hyung mendekat dan menamparku lagi</p>
<p>PLAAK</p>
<p>Aku kembali mundur dan badanku sedikit lagi akan menyentuh tanah. Namun, aku bisa merasakan sepasang lengan kekar menahan tubuhku supaya tidak menyentuh tanah. Siapa pemilik lengan ini?</p>
<p><em> </em></p>
<p><em>*Jinki’s PoV*</em></p>
<p>Aku masuk ke halaman rumah Kibum. Awalnya agak heran juga kenapa gerbang rumahnya terbuka seperti ini, tak biasa sekali. Namun, aku langsung kaget dengan apa yang kulihat sekarang. Seorang namja yang sedikit lebih besar dari kibum menampar Kibum hingga terjatuh, sepertinya ada masalah serius.</p>
<p>Segera aku berjalan mendekat,</p>
<p>Namja itu kembali menarik Kibum dan menamparnya. Secepat mungkin ku paksa tubuhku untuk mendekat dan menangkap tubuh Kibum sebelum ia jatuh ke tanah.</p>
<p>GRAAB</p>
<p>Dan aku berhasil.</p>
<p>“Kibum-aa, gwenchanayo?”</p>
<p>Kibum melihatku kaget. Ku bantu ia berdiri.</p>
<p>“ne, gwenchana. Gomawo hyung..” ia tersenyum</p>
<p>“HEY YA~ NUGU?” Namja yang menampar Kibum tadi berteriak bertanya padaku. Entah kenapa namja itu terlihat begitu menyebalkan bagiku.</p>
<p>“Dia temanku Hyung..” Kibum yang menjawab suaranya melemah.</p>
<p>“Hey, pergi kau, kami sedang ada urusan!” namja itu berteriak lagi, mengusirku kali ini. Aku jadi semakin sebal dengan orang ini. Siapa dia sebenarnya?</p>
<p>“ANII&#8230;Biarkan dia disini dan tahu apa yang terjadi..” Kibum kembali menjawab, tapi aku tak paham apa maksudnya.</p>
<p>“ehm, kalau kau sedang sibuk aku bisa datang lagi nanti Kibum-ah..” kataku kemudian. Aku merasa tak enak sudah mengganggu.</p>
<p>“Anni hyung..justru aku merasa sangat senang kau disini sekarang”</p>
<p>“maksudmu?”</p>
<p>“namja itu hyungku, Jonghyun hyung. Dia menyekap Ji Eun di dalam gudang..”</p>
<p>“MWO?!!” seketika amarah menguasaiku, berarti benar apa yang kurasa. Ji Eun sedang dalam bahaya. Dan namja itu memang benar – benar menyebalkan. Kenapa dia menyekap Ji Eun-ku?</p>
<p>“ayo hyung, kita harus mengeluarkan Ji Eun..” Kibum menarik lenganku.</p>
<p>Aku mengangguk mantap dan menatap tajam ke arah Jonghyun.</p>
<p>“Dimana Ji Eun?”  tanyaku tegas.</p>
<p>“apa pedulimu?” Jonghyun menatapku dengan tatapan menantang</p>
<p>Aku tak tahan lagi, ku dekati namja itu kutarik ujung kerahnya.</p>
<p>“dimana Ji Eun?”</p>
<p>“mau apa kau ha?”</p>
<p>Sebuah tinjuan mulus mendarat di pipiku. Jonghyun berhasil menyingkirkan tanganku dan secepat mungkin meninju wajahku. Sepertinya namja ini sering melakukan ini.</p>
<p>Ji Eun..mianhae, i’m late.. but i wanna see you soon..</p>
<p><em>*Author’s PoV*</em></p>
<p>Perkelahian pun terjadi diantara JongHyun, JinKi, KiBum dan MinHo. Keempat namja itu saling memukul dan menyerang satu sama lain. Padahal sudah ada luka di tubuh mereka. Jonghyun berhadapan dengan Jinki dan Kibum dengan Minho. Hingga beberapa orang yang lalu lalang pun datang mendengar keributan yang terjadi dirumah keluarga Kim itu.</p>
<p>“ada apa ini? Panggil polisi, ada keributan disini..”</p>
<p>“jangan, kau tau kan ayah mereka itu mafia, kau bisa kena masalah nanti..”</p>
<p>“tapi ini tidak bisa dibiarkan..”</p>
<p>Beberapa diantara mereka menggumam dan saling menyela satu sama lain. Bingung apa yang harus mereka lakukan. Disatu sisi mereka ingin memanggil polisi untuk melerai perkelahian itu, tapi disisi lain mereka juga takut mengingat keluarga Kim itu terkenal sebagai keluarga mafia. Bisa habis mereka jika sampai ada masalah dengan polisi.</p>
<p>Kibum masih saja berusaha menyingkirkan tangan besar Minho dari tubuhnya. Minho memang tak tega jika harus memukul Kibum, makanya ia memutuskan untuk mengunci tubuh Kibum saja.</p>
<p>BUUG</p>
<p>Jonghyun tersungkur ke tanah. Kali ini pukulan Jinki berhasil membuatnya terjatuh. Terlihat emosi yang sangat membara dari tatapan Jinki. Wajah Jinki mulai terlihat lebam. Cairan merah mengalir di pelipis dan ujung bibirnya. Wajahnya tampak kelelahan.</p>
<p>Begitupun dengan Jonghyun. Kali ini ia benar – benar lelah untuk berkelahi. Tadinya ia berhasil mendominasi hingga membuat Jinki berkali – kali jatuh namun entah apa yang menjadi kekuatan Jinki hingga ia terus bangkit dan sekarang berhasil mengalahkannya.</p>
<p>“hh..kenapa kau..hh&#8230;” Jonghyun terlalu lelah untuk bicara</p>
<p>“berikan kunci gudangnya padaku.. atau kau mau mati di tanganku?” Jinki mengancam sambil menarik kembali kerah baju Jonghyun.</p>
<p>“kenapa..hh..kenapa kau begitu ingin..hh..mengambil yeoja itu..hh..”</p>
<p>“karena dia..” Jinki terdiam sejenak</p>
<p>“hidupku..”</p>
<p>Jonghyun tersentak kaget mendengarnya. Dia benar – benar tak menyangka. Sebegitu pentingnya kah yeoja yang ia siksa itu untuk namja di depannya ini. Apakah itu yang menjadi kekuatan namja ini, hingga namja ini berhasil membalikkan keadaan yang semula kalah menjadi menang telak seperti ini?</p>
<p>“YA~ Mana kuncinya??!!” Jinki tak sabar lagi,</p>
<p>PLAAK</p>
<p>Ia kembali menampar Jonghyun. Jonghyun meringis kesakitan. Sudah tak bisa lagi ia mengelak. Tenaganya sudah benar – benar habis. Di rogohnya saku celananya, mengambil sebuah benda kecil dan menyerahkannya ke tangan Jinki.</p>
<p>Jinki meraih benda itu cepat dan meletakkan badan Jonghyun di tanah begitu saja, seraya berlari masuk kedalam rumah mewah itu. Mencari – cari dimana tempat Ji Eun berada. Dibukanya seluruh ruangan yang ia temui di rumah itu. Hingga tibalah ia disebuah ruangan yang terkunci.</p>
<p>“pasti Ji Eun disini..”</p>
<p>Dengan tak sabar Jinki membuka pintu gudang itu. Dan,</p>
<p>BRAAKK</p>
<p>Di tendangnya keras pintu ruangan itu. Seketika ia menemukan seorang yeoja terkulai di lantai dengan memar di tubuhnya.</p>
<p>“JI EUN-AA!!” serunya panik dan segera berlari memeluk tubuh lemah itu.</p>
<p>“Ji Eun-aaah, buka matamu&#8230;ini akuu..ini akuu Jinki..”</p>
<p>Jinki menggoyang – goyangkan badan Ji Eun. Perlahan, mata Ji Eun terbuka.</p>
<p>“Ji Eun-aa&#8230;” Jinki memanggil Ji Eun dengan lembut, tak sepanik tadi.</p>
<p>“hm..op..ppaa..” Ji Eun tersenyum menatap Jinki dengan tatapan sayu</p>
<p>“gwenchanayo?” Jinki ikut tersenyum, matanya terlihat berkaca – kaca menahan air mata. Ia tak ingin menangis, setidaknya di depan yeoja ini.</p>
<p>“ne..oppa..gwe..n..chana..” jawab Ji Eun lemah.</p>
<p>“mianhae..mianhae&#8230;mianhae aku terlambat Ji Eun-aa.. mianhae aku tak bisa melindungimu..” Jinki terisak, air mata itu tak sanggup lagi ia tahan. Perlahan, menetes lah bulir – bulir bening itu dari ujung mata sipitnya.</p>
<p>“anii oppa..kau..datang disaat yang tepat..” Ji Eun mencoba tetap tersenyum, suaranya masih terdengar lemah</p>
<p>“tapi kau sudah seperti ini, harusnya aku..”</p>
<p>“sst&#8230;” Ji Eun menempelkan telunjuknya di bibir Jinki</p>
<p>“gomawo oppa&#8230;” Ji Eun tersenyum</p>
<p>“kau tau, aku bahagia bisa bersamamu lagi, biarkan aku ikut denganmu lagi oppa..aku tak ingin kembali ke orang tuaku..” kata Ji Eun lagi, membuat Jinki tersenyum lebih lebar dari sebelumnya.</p>
<p>“ne..kau boleh bersamaku dan kau memang harus bersamaku Ji Eun-aa..”</p>
<p>Jinki langsung memeluk tubuh Ji Eun. Mencium lembut puncak kepalanya. Ji Eun mulai menangis. Tak disangka, namja ini datang menyelamatkannya. Dia akan merasa aman berada di dekat namja ini.</p>
<p>“Ji Eun-aa..ada sesuatu yang ingin ku katakan padamu, “ kata Jinki lembut sambil menarik badannya untuk melihat wajah Ji Eun yang Hm.. yeppeo..</p>
<p>“wae?”</p>
<p>“saranghae..” kata – kata itu meluncur cepat dari bibir Jinki. Membuat jantung Ji Eun berhenti berdetak sejenak. Tak salah dengarkah?</p>
<p>“jeongmal saranghae..” kata Jinki lagi, sambil menatap Ji Eun lembut</p>
<p>“jin..jinjja?”</p>
<p>“ne..jeongmal saranghae Ji Eun-aah..”</p>
<p>Ji Eun tersenyum dan langsung memeluk Jinki.</p>
<p>“na do oppa&#8230;na do saranghaeyo..”</p>
<p>Jinki pun tak kalah kaget mendengarnya. Namun setelah itu, perasaan bahagia mencuat dari hatinya. Benar – benar tak menyangka yeoja ini juga mencintainya.</p>
<p>Ji Eun melepaskan pelukannya dan menatap Jinki lekat – lekat. Senyuman masih terlukis di wajah imutnya. Membuat Jinki sangat bahagia dan juga tak bisa melepaskan senyuman di wajahnya.</p>
<p>“oppa..”</p>
<p>“ne chagiya?”</p>
<p>Ji Eun tersentak mendengar panggilan barunya. Lalu kembali tersenyum, terlintas pikiran untuk menggoda namja tampan di depannya ini.</p>
<p>“bagaimana kalau kita menikah saja?” katanya kemudian sambil tersenyum menggoda.</p>
<p>“MWO?” Kata – kata itu tadi berhasil membuat wajah Jinki memerah. Dan salah tingkah. Tak siap kalau yeoja cantiknya ini akan berkata demikian.</p>
<p>“be..benarkah kau ingin kita menikah?” Jinki menjadi kikuk, bingung harus bersikap bagaimana.</p>
<p>“haha, dasar oppa pabo! Jelas tidak, aku masih sekolah oppa..nanti yaa setelah aku lulus, kau baru boleh menikahiku..arra?” jelas Ji Eun sambil tertawa</p>
<p>“ne..ne..arraseo..hehe..” jawab Jinki sambil tertunduk malu. Bodoh sekali dia hingga melupakan berapa usia Ji Eun saat ini. Tentu saja Ji Eun masih belum cukup umur untuk menikah. Dan dia sendiri juga belum siap jika harus menikah.</p>
<p>“saranghae oppa..” kata Ji Eun sambil meletakkan kepalanya di dada bidang Jinki. Memeluk tubuh Jinki erat dan menghirup aroma khas tubuhnya.</p>
<p>“na do saranghae Ji Eun-aa&#8230;” Jinki balas memeluk Ji Eun, mengecup lembut puncak kepalanya dan mendekap Ji Eun semakin erat kedalam pelukannya. Tak ingin melepaskan yeoja itu lagi.</p>
<p><em><br />
I really, really, I want to love you like crazy</em><em>&#8230;<br />
I can do that now, right?</em><em>&#8230;</em></p>
<p align="center">***END***</p>
<p>Notes : eottoke? Geje ya? Hehe mianhae&#8230; thanks for reading and please comment and like if you like it..hehe <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Annyeong&#8230;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/shaokt.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/shaokt.wordpress.com/176/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/shaokt.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/shaokt.wordpress.com/176/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/shaokt.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/shaokt.wordpress.com/176/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/shaokt.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/shaokt.wordpress.com/176/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/shaokt.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/shaokt.wordpress.com/176/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/shaokt.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/shaokt.wordpress.com/176/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/shaokt.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/shaokt.wordpress.com/176/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=shaokt.wordpress.com&amp;blog=1849278&amp;post=176&amp;subd=shaokt&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://shaokt.wordpress.com/2011/07/26/ff-i-want-to-see-you-4-of-4-end/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/620d187da1c5a89e0eeb94a8c3bd625c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Sha-Umh MedIa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>My Birthday</title>
		<link>http://shaokt.wordpress.com/2011/07/24/my-birthday/</link>
		<comments>http://shaokt.wordpress.com/2011/07/24/my-birthday/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 24 Jul 2011 18:08:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>shamedia</dc:creator>
				<category><![CDATA[My Stories]]></category>
		<category><![CDATA[Family]]></category>
		<category><![CDATA[Friendship]]></category>
		<category><![CDATA[Life]]></category>
		<category><![CDATA[Present]]></category>
		<category><![CDATA[Seamolec]]></category>
		<category><![CDATA[Story]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://shaokt.wordpress.com/?p=203</guid>
		<description><![CDATA[My Birthday Writer : ShamediA@2011 Cast : Rizcy HP Notes : “Cerita ini adalah sebuah persembahan untuk My Beloved Eonni, dimana di dalam cerita ini penulis mencoba menggambarkan bagaimana kondisi dia saat itu (22 May 2011) Maaf kalau cerita ini tidak sesuai dengan realitas sebenarnya, namun cerita ini murni hanyalah imajinasi penulis belaka, apabila tidak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=shaokt.wordpress.com&amp;blog=1849278&amp;post=203&amp;subd=shaokt&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>My Birthday</strong></p>
<p>Writer : ShamediA@2011</p>
<p>Cast : Rizcy HP</p>
<p>Notes :</p>
<p>“Cerita ini adalah sebuah persembahan untuk My Beloved Eonni, dimana di dalam cerita ini penulis mencoba menggambarkan bagaimana kondisi dia saat itu (22 May 2011)</p>
<p>Maaf kalau cerita ini tidak sesuai dengan realitas sebenarnya, namun cerita ini murni hanyalah imajinasi penulis belaka, apabila tidak berkenan boleh dihina, diejek dan dihapus *melas*</p>
<p>Dan especially for Mbakku, Rizcy HP. Mianhae, gomenasai, afwan, sorry dan maaf yang sebesar – besarnya aku baru bisa buat ini. Jangan marah ya (T_T)</p>
<p>Sekali lagi, for my beloved eonni.. saengil chukkae hamnida.. (^o^) “</p>
<p>*ini comot dari fbku, udah lama ku post disana sebenernya hehe*</p>
<p>***CUE***<span id="more-203"></span></p>
<p>Gadis itu terpaku menatap jalanan depan kosnya sambil mendekap erat kedua kakinya menahan dinginnya angin malam. jam sudah menunjukkan pukul 1 dini hari, namun gadis itu tak jua terlelap sedikit pun. tak ada rasa kantuk yang menyerangnya seperti saat ia bekerja di kantor ataupun ketika ia menerima mata kuliah di kampus. ada hal yang ia fikirkan hingga membuatnya tak bisa terlelap malam ini.</p>
<p>Tepat pukul 12 malam tadi adalah awal memasuki hari ulang tahunnya yang ke 20. umumnya ketika ulang tahun seseorang akan merasa bahagia, namun tidak dengannya. kali ini dia sangat sedih, berbeda sekali dengan tahun lalu. ya, tahun lalu adalah ulang tahun paling berkesan seumur hidupnya. pada waktu itu, teman &#8211; temannya masih ada bersamanya disini. Namun saat ini, dia hanya sendiri bertemankan angin malam dan kucing liar yang sering menemaninya. Kucing putih bertotol abu – abu itu menjadi satu – satunya penghibur ketika ia merasa sangat sedih.</p>
<p>Hhh&#8230;</p>
<p>Desahan panjang terdengar lagi dari nafas gadis itu. Mungkin ini sudah yang ke sekian kalinya. Entah apa yang membuatnya masih bertahan di depan pintu kos sambil menatap langit yang masih gelap dan hanya diterangi bintang – bintang yang saling berkedip satu sama lain. Malam ini bulan tak terlihat bercahaya terang seperti biasanya. Sinarnya meredup dan terlihat mendung. Sama seperti yang dirasakan gadis itu, hatinya sedang meredup tak seperti biasanya. Apakah langit juga mengerti bagaimana perasaannya, sehingga menyelaraskan keduanya. Entahlah.</p>
<p>Tak lama, gadis itu masuk dan menutup pintu kosnya. Dilihatnya kasurnya yang berseprei biru dan bermotif bunga-bunga. Diatasnya terdapat bantal dan ada tas hitamnya yang selalu ia gunakan kemana – mana. Dilihatnya lagi kasur itu. Hatinya kembali merasa tersayat. Kini kasur itu hanya dia tempati sendirian. Memang kasur itu hanya cukup untuk satu orang saja sebenarnya. Tapi dia pernah menggunakan kasur itu dengan teman – temannya dulu, bahkan berebut tidur di kasur itu. Menyebalkan memang, tapi dia sangat merindukan hal itu.</p>
<p>Sebulir air mata mulai menetes dari ujung mata gadis itu. Di sekanya sejenak, mengambil nafas berat dan beranjak ke atas kasurnya. Dibukanya tas hitam bertuliskan axioo dan mengambil laptopnya. Setelah menunggu proses booting yang tak terlalu lama, masuklah ke wallpaper dekstopnya. Muncullah disana foto – fotonya bersama teman – temannya secara bergantian. Dan secara otomatis memori indah yang terekam di otaknya muncul satu persatu layaknya film yang diputar kembali.</p>
<p>Awal perkenalan dengan mereka, teman – teman baru dari daerah yang berbeda. Teman – teman dengan beragam karakter namun tetap satu bahasa pokok (jawa). Teman – teman yang membuat gadis itu sedikit tidak nyaman karena sekali lagi mereka BARU. Hal itu menyebabkan gadis itu tak merasa nyaman berada serumah dengan mereka. Serumah, tidur bersama, makan bersama dan menghabiskan waktu luang bersama. Awalya memang bukan hal yang mudah melakukan aktifitas itu bersama mereka. Namun lama – lama, kedekatan itupun terjadi. Dan membuat gadis itu malah tak ingin berpisah dengan mereka yang BARU itu.</p>
<p>Jalan – jalan pertama kali bersama – sama adalah ke ragunan. Awalnya, gadis itu tak mau pergi. Ia merasa lebih baik menghabiskan akhir pekannya di kos, malas – malasan, nonton film ataupun tidur. Pokoknya lagi ga pengen keluar yang bikin tambah capek. Dan semua teman – teman pun meninggalkan gadis itu sendiri dirumah. Namun, setelah semua teman – temannya pergi. Justru kesepian yang melanda dirinya. Akhirnya sebuah dengan sebuah tekad yang agak nekad. Dan persiapan mental karena pasti akan di ejek oleh teman – temannya. Gadis itu pergi keluar rumah dan berniat menyusul mereka ke ragunan.</p>
<p>“Haha”</p>
<p>Gadis itu tertawa sambil menyeka air matanya. Masih teringat betul kejadian – kejadian yang tercipta di ragunan saat itu. Slideshow di layar LCD Laptop bermerk Axioo itu beranjak menunjukkan foto – foto yang berbeda. Ya, Itu adalah foto – foto ketika mereka ke monas setelah dari ragunan. Masih teringat betapa hujan saat itu membuat semangat jalan – jalan mereka sedikit surut. Namun, namanya juga jalan – jalan sehingga mereka tetap meneruskan perjalanan mereka hingga sampai di monas.</p>
<p>Setelah itu, foto – foto itupun berganti lagi dengan background yang berbeda. Ya, itu adalah foto – foto saat mereka pergi ke bandung bersama – sama. Perjalanan paling gila yang pernah dilakukan untuk pertama kalinya. Hanya membawa 25ribu bisa sampai ke bandung? Dasar gila! Tapi itulah mereka. Mengingat itu, gadis itu kembali tertawa.Namun air matanya tak juga berhenti turun. Rindu masa – masa itu? Tentu saja! Bahkan sangat rindu.</p>
<p>Setelah foto – foto bandung itu, nampak foto – foto yang berbeda dengan background pantai. Yah, itu adalah ketika mereka pergi ke ancol. Masih teringat bagaimana mereka bisa memenuhi sebuah busway hingga busway itu lebih seperti mereka sewa untuk mereka sendiri. Betapa lucunya ketika ada seorang diantara mereka terperosok jatuh saat melangkah dari halte menuju busway. sialnya anak itu *masi inget kan siapa &#8211;“ udah jangan diejek lagi ya*</p>
<p>Tapi itulah serunya. Itulah yang sangat dirindukan. Gadis itu masih saja menitikkan air mata. Apalagi ketika slideshow terakhir menampilkan foto sebuah kertas yang dipenuhi tanda tangan dan tulisan yang lebih bisa disebut sebagai ikrar.</p>
<p>“heum..ia rek, 5 tahun lagi ya.. masih lama ya? “ kata Gadis itu di sela isak tangisnya sambil terus memandangi foto itu.</p>
<p>Matanya terlihat sembab dan sedikit bengkak. Namun air mata itu sudah berhenti mengalir. Masih ada sedikit sisa bulir – bulir air mata di ujung matanya. Gadis itu merebahkan diri di kasur bunga – bunganya itu. Menempelkan headset di kepalanya dan memutar lagu – lagu lawas kesukaannya. Dadanya terasa sedikit sesak. Bukan karena asma atau penyakit dalam. Tapi karena rindu. Rindu yang cukup mendalam. Rindu yang dipendamnya sedari beberapa waktu yang lalu. Rindu yang obatnya terpisah jauh darinya. Tersebar di beberapa kota di ibu pertiwi ini. Di sudut kecil pulau kalimantan, di sebuah ibu kota provinsi jawatimur, disebuah kota dingin di jawa timur, di beberapa kota di jawa tengah, di beberapa desa di bali, secuil kota kecil di jawa barat dan tentu saja yang satu kota dengannya.</p>
<p>Sedih? Sangat. Ingin menangis lagi? Sayangnya air mata itu sudah mengering. Menyisakan sebulir rindu yang tak kunjung terobati. Mungkin dengan memejamkan mata dan melayang ke alam mimpi mengingat kembali kenangan – kenangan indah itu bisa sedikit mengobati sakit itu. Sakit karena kerinduan yang terlalu dalam dan tak kunjung berhenti menyiksanya.</p>
<p>Tak lama, gadis itu sudah berhasil memasuki gerbang alam mimpinya. Terlihat seulas senyuman di bibirnya. Entah apa yang terjadi disana. Semoga mimpi itu bisa sedikit mengobati luka rindu di dalam hatinya. Dan semoga ketika mata gadis itu terbuka esok, semangat baru timbul dari dalam dirinya. Senyuman akan terus terukir di wajahnya dan hari – harinya akan ia jalani dengan bahagia dan semangat. Walaupun kerinduan itu masih saja hinggap. Namun gadis itu harus meyakini bahwa suatu hari nanti, rindu itu akan terobati. Mungkin di sebuah hari bertanggal 25 April 2015..</p>
<p>***END***</p>
<p>Notes :</p>
<p>Kependekan ya? Aduhh maaf ya&#8230;lagi buntu ini &#8211;“</p>
<p>Silahkan tinggalkan kritik dan saran anda untuk penulis amatiran ini..</p>
<p>Sesungguhnya kebaikan anda mengevaluasi saya akan dibalas dengan pahala yang berlipat ganda oleh Tuhan Yang Maha Kuasa (amiinnn) *jadi ceramah* karena evaluasi itu bisa mengubah seseorang menjadi lebih baik lagi. Hehehe.. akhir kata,</p>
<p>Maaf dan Terima kasih ^o^</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/shaokt.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/shaokt.wordpress.com/203/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/shaokt.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/shaokt.wordpress.com/203/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/shaokt.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/shaokt.wordpress.com/203/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/shaokt.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/shaokt.wordpress.com/203/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/shaokt.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/shaokt.wordpress.com/203/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/shaokt.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/shaokt.wordpress.com/203/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/shaokt.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/shaokt.wordpress.com/203/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=shaokt.wordpress.com&amp;blog=1849278&amp;post=203&amp;subd=shaokt&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://shaokt.wordpress.com/2011/07/24/my-birthday/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/620d187da1c5a89e0eeb94a8c3bd625c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Sha-Umh MedIa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>WHY? (GIVE UP or TRY AGAIN)</title>
		<link>http://shaokt.wordpress.com/2011/07/24/why-give-up-or-try-again/</link>
		<comments>http://shaokt.wordpress.com/2011/07/24/why-give-up-or-try-again/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 24 Jul 2011 17:54:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>shamedia</dc:creator>
				<category><![CDATA[My Stories]]></category>
		<category><![CDATA[Islamic]]></category>
		<category><![CDATA[Life]]></category>
		<category><![CDATA[Motivation]]></category>
		<category><![CDATA[Religion]]></category>
		<category><![CDATA[Story]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://shaokt.wordpress.com/?p=199</guid>
		<description><![CDATA[WHY? (GIVE UP or TRY AGAIN) Writer : ShamediA@2011 Cast : anggap saja kamu pemeran utamanya Notes : hanya pengungkapan, kalo ga suka bilang aja ga papa.. *ini pernah ku post di fb, buat motivasi saudara &#8211; saudaraku yang senasib denganku dan berjuang bersamaku* *** Tes&#8230;Tes&#8230; Tak bisa lagi kutahan desakan air mata yang sudah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=shaokt.wordpress.com&amp;blog=1849278&amp;post=199&amp;subd=shaokt&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>WHY? (GIVE UP or TRY AGAIN)</strong></p>
<p>Writer : ShamediA@2011</p>
<p>Cast : anggap saja kamu pemeran utamanya</p>
<p>Notes : hanya pengungkapan, kalo ga suka bilang aja ga papa..</p>
<p>*ini pernah ku post di fb, buat motivasi saudara &#8211; saudaraku yang senasib denganku dan berjuang bersamaku*</p>
<p>***</p>
<p>Tes&#8230;Tes&#8230;</p>
<p>Tak bisa lagi kutahan desakan air mata yang sudah tak sabar keluar dari tempatnya. bulir demi bulir jatuh begitu saja tanpa perlu ku komando lagi. tak bisa. aku tak bisa menahan sakit ini. dada ini terasa sesak seketika. seolah persediaan oksigen di dunia ini semakin menipis dan tak mampu lagi memenuhi setiap rongga dalam paru &#8211; paruku. jantungku berdebar kencang namun juga sedetik kemudian berhenti dan berdebar lebih cepat. Sakit. kenyataan ini terasa menyakitkan.<span id="more-199"></span></p>
<p>kata &#8211; kata mereka yang menunjukkan penyesalan terhadap diri mereka terasa seperti sindiran untukku. namun, masih saja mereka meneruskan perbincangan yang menyakitkan itu. sedikit demi sedikit, namun berhasil membuat hatiku juga tersayat sedikit demi sedikit. sakit? tentu saja. bahkan sangat sakit. tapi mereka tak akan sadar.</p>
<p>ya. aku yakin mereka tak akan sadar. karena mereka terlarut dengan impiannya sendiri. tanpa melihat siapa orang lain yang diam &#8211; diam memperhatikan mereka. sebal? tentu saja. marah? sangat. ingin sekali aku menampar mereka dan membentak mereka agar mereka sadar. tak bersyukurkah mereka dengan yang sudah mereka dapatkan? sementara aku disini masih tak bisa mendapatkan seperti yang mereka dapatkan.</p>
<p>Tes..Tes..</p>
<p>Air mata ini masih juga turun. membuat jilbab kesayanganku basah karenanya. tapi aku tak peduli. aku tak peduli walaupun nantinya air mata ini bisa membasahi seluruh jilbab atau pakaianku. aku tak peduli. aku hanya ingin menumpahkan semuanya agar hati ini lega. tapi tetap saja. sakit itu masih ada. masih hinggap di relung hatiku dan mungkin tak ada orang lain yang tau atau bahkan peduli. termasuk mereka. mereka juga mungkin tak akan peduli. karena mereka masih belum puas dengan yang mereka dapatkan. dan aku, masih saja menganggap mereka hebat dengan apa yang sudah mereka dapatkan karena aku tak bisa mendapatkannya. dan itu semakin membuatku menganggap diri ini tak mampu. tetap tak mampu walau mencoba seperti apapun juga.</p>
<p>berusaha itu kata mereka. ya usaha. aku sudah melakukannya. sudah kucoba semampuku. tapi tetap tak bisa seperti mereka. menggunakan cara yang sama pun, hasil yang kudapatkan tak juga seperti yang mereka dapatkan. apa yang salah? bagaimana lagi seharusnya? kenapa hasil yang didapat dengan cara yang sama bisa berbeda? kenapa aku tak bisa mendapat yang mereka dapat? kenapa aku tak bisa seperti mereka? semua ini terasa tidak adil.</p>
<p>Hh..</p>
<p>Tunggu. aku bukan tidak bisa. tapi mungkin aku belum bisa. cara yang sama belum tentu berhasil sama jika dihadapkan dengan kenyataan yang berbeda. mungkin ini belum waktunya aku mendapatkan yang ku inginkan sepenuhnya. mungkin, aku hanya butuh sedikit waktu untuk menunggu usaha itu berhasil seperti yang ku inginkan. karena kenyataannya memang berbeda. kenapa aku menganggap rendah diriku? padahal semua orang berderajat sama dihadapanNya. untuk apa aku memikirkan ucapan mereka? untuk apa aku terus mengutuk diriku sendiri?</p>
<p>Ya. aku hanya butuh bersabar dan berusaha lagi. bangkit dan mengalahkan perasaan yang justru bisa menjerumuskanku pada penderitaan yang abadi. ini hanyalah sebuah ujian kecil untuk mencapai kebahagiaan yang abadi. masih banyak ujian lain yang sudah disiapkan untuk kuhadapi nantinya. apa hanya karena ujian kecil ini aku mundur dan berlari?</p>
<p>TIDAK! aku tidak akan mundur dan menghindar. aku akan menghadapi ujian ini. aku akan mengalahkan perasaan bodohku. aku akan mencoba lagi. mengoptimalkan segala potensi yang aku miliki untuk mendapatkan apa yang aku inginkan. jika hasilnya belum seperti yang aku inginkan, mungkin ada faktor lain yang harus kuubah untuk mencapai apa yang kuinginkan. mungkin Allah masih ingin mencari tau, seberapa kuatkah aku menghadapi ujianNya?</p>
<p>Ya Allah..</p>
<p>Aku yakin aku KUAT. aku yakin aku BISA. dan aku yakin aku MAMPU menghadapi ini semua. beri aku waktu untuk berfikir, merenung, mengalahkan perasaan dan ego bodoh ini. beri aku kesempatan untuk tetap menCOBA. mengerahkan segala POTENSI yang kuMILIKi, yang sudah Engkau berikan secara CUMA &#8211; CUMA untukku.</p>
<p>maafkan aku, jika aku terjatuh, aku menangis. aku mengeluh. bahkan aku sempat menyalahkanMu dan menyalahkan Kenyataan ini. maafkan aku.</p>
<p>terkadang perasaan ini senantiasa menggodaku untuk mundur. menghindar. melupakan semua mimpi &#8211; mimpi indah yang seharusnya kukejar. Berat. ini semua terasa Berat. namun aku yakin, aku bisa. aku BISA menghadapinya.</p>
<p>aku bisa menghadapi KENYATAAN ini.</p>
<p>Ya Allah&#8230;</p>
<p>berikan aku kesempatan. untuk tetap menCOBA dan berUSAHA..</p>
<p>Ku hapus bulir &#8211; bulir air mata yang masih tersisa di ujung kelopak mataku. ku tutup kedua mataku. kurasakan hangatnya oksigen yang masuk dari hidung dan menerobos melalui setiap lorong paru &#8211; paruku. ku rasakan kembali detak jantung yang beranjak normal perlahan. ku tanamkan kembali dalam fikirku untuk tetap FOKUS, SABAR dan SEMANGAT..</p>
<p>FOKUS</p>
<p>SABAR</p>
<p>SEMANGAT</p>
<p>dan kubuka mataku. kutarik senyum di bibirku. ku hentakkan kakiku seraya berteriak.</p>
<p>&#8220;AKU BISA!&#8221;</p>
<p>***</p>
<p>Notes :</p>
<p>&#8220;ada kalanya pohon itu mengalami musim gugur hingga terlihat kering dan akan mati, namun ada kalanya pohon itu bersemi dan berbuah jauh lebih banyak dari pada pohon lainnya. mungkin saat ini pohon itu masih mengalami musim kemarau dan musim gugur, namun pasti suatu hari nanti pohon itu akan mengalami musim semi dan musim panen nya&#8221;</p>
<p>&#8220;ada kalanya sepucuk bunga tak mekar ditengah hamparan bunga yang mekar dan mewangi, namun ada kalanya bunga itu mekar jauh lebih besar dan lebih wangi ditengah hamparan bunga yang selainnya&#8221;</p>
<p>dan</p>
<p>&#8220;ada kalanya seseorang itu jatuh, mundur dan ingin berhenti, namun juga ada kalanya seseorang itu harus kembali bangkit, berdiri dan berlari untuk kembali mengejar mimpi &#8211; mimpi yang dia inginkan&#8221;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/shaokt.wordpress.com/199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/shaokt.wordpress.com/199/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/shaokt.wordpress.com/199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/shaokt.wordpress.com/199/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/shaokt.wordpress.com/199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/shaokt.wordpress.com/199/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/shaokt.wordpress.com/199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/shaokt.wordpress.com/199/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/shaokt.wordpress.com/199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/shaokt.wordpress.com/199/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/shaokt.wordpress.com/199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/shaokt.wordpress.com/199/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/shaokt.wordpress.com/199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/shaokt.wordpress.com/199/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=shaokt.wordpress.com&amp;blog=1849278&amp;post=199&amp;subd=shaokt&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://shaokt.wordpress.com/2011/07/24/why-give-up-or-try-again/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/620d187da1c5a89e0eeb94a8c3bd625c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Sha-Umh MedIa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>[FF] An Onew World (2 of ?)</title>
		<link>http://shaokt.wordpress.com/2011/07/24/ff-an-onew-world-2-of/</link>
		<comments>http://shaokt.wordpress.com/2011/07/24/ff-an-onew-world-2-of/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 24 Jul 2011 04:42:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>shamedia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fan Fiction]]></category>
		<category><![CDATA[My Stories]]></category>
		<category><![CDATA[f(x)]]></category>
		<category><![CDATA[Fan Fic]]></category>
		<category><![CDATA[FanFic]]></category>
		<category><![CDATA[FF]]></category>
		<category><![CDATA[Korean]]></category>
		<category><![CDATA[Lee Jinki]]></category>
		<category><![CDATA[Luna]]></category>
		<category><![CDATA[Onew]]></category>
		<category><![CDATA[Romance]]></category>
		<category><![CDATA[SHINee]]></category>
		<category><![CDATA[Story]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://shaokt.wordpress.com/?p=191</guid>
		<description><![CDATA[An Onew World Author : ShamediA@2011 Main Cast : Lee JinKi a.k.a Onew SHINee &#38; Park Sun Young a.k.a Luna f(x) &#8211;&#62;  LUNEW (루뉴) couple Genre : Romance, Fan Fiction Backsound : A Whole New World OST.Alladin Notes : : awalnya ff ini berjudul a whole new world *soalnya inspirasinya dari lagu itu* tapi ditengah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=shaokt.wordpress.com&amp;blog=1849278&amp;post=191&amp;subd=shaokt&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>An Onew World<br />
</strong></p>
<p>Author : ShamediA@2011</p>
<p>Main Cast : Lee JinKi a.k.a Onew SHINee &amp; Park Sun Young a.k.a Luna f(x) &#8211;&gt;  LUNEW (루뉴) couple</p>
<p>Genre : Romance, Fan Fiction</p>
<p>Backsound : A Whole New World OST.Alladin</p>
<p>Notes : : awalnya ff ini berjudul a whole new world *soalnya inspirasinya dari lagu itu* tapi ditengah &#8211; tengah bikin, jadi pengen ngganti judulnya hehe. ok, tetep RCL yaaa ^^ Gomawooohappy reading <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p align="center">***CUE***<span id="more-191"></span></p>
<p style="text-align:left;" align="center"><em>i can open your eyes..</em></p>
<p style="text-align:left;" align="center"><em>take you wonder by wonder..</em></p>
<p style="text-align:left;" align="center"><em>over sideways and under on the magic carpet ride..</em></p>
<p style="text-align:left;" align="center"><em>*Onew&#8217;s PoV*</em></p>
<p style="text-align:left;" align="center">aku masih tak bisa berhenti tersenyum barang sedetik saja. sudah kucoba tapi tetap tidak bisa. sepertinya urat senyumku sedang tak beres hingga dia terus saja memasang senyuman seperti ini. eh, tak hanya senyum, bahkan juga tawa.  kenapa? entahlah. setiap mengingat kejadian tadi, rasanya bibirku tak bisa berhenti untuk tersenyum. kejadian tadi, saat bersama yeoja itu. ya, yeoja itulah yang membuatku seperti ini. setiap mengingat wajahnya yang hm.. yeppeo. senyumnya yang menawan, matanya yang indah dan tatapan polosnya semuanya. apakah benar ini semua karena yeoja itu? kurasa begitu. mengingatnya saja membuat aku tersenyum terus seperti ini apalagi saat bersamanya. tadi saja jantungku terus berdetak kencang bahkan sempat berhenti berdetak. apakah aku mulai terkena penyakit jantung? molla.</p>
<p style="text-align:left;" align="center">hmm.. tadi yeoja itu memberiku nama baru. Onew? cukup bagus juga menurutku. aku masih bingung kenapa tiba &#8211; tiba dia memberiku nama baru itu, padahal kami baru saja saling mengenal. apakah itu sebuah panggilan sayang untukku?</p>
<p style="text-align:left;" align="center">aiigoo, apa yang kupikirkan? aneh sekali diriku hari ini. aneh setelah bertemu yeoja itu. huft..what happen with me?</p>
<p style="text-align:left;" align="center">&#8220;MWO? Onew? hahahaha&#8221; Taemin kembali tertawa sambil memegangi perutnya.</p>
<p style="text-align:left;" align="center">ini sudah yang kedua kalinya dia tertawa seperti itu sejak ku ceritakan aku punya nama baru.</p>
<p style="text-align:left;" align="center">&#8220;kenapa kau tertawa?? PABO!!&#8221; ku jitak kepalanya karena sudah tak kuat ditertawakan seperti itu.</p>
<p style="text-align:left;" align="center">&#8220;aiigoo&#8230;appo hyung..&#8221; ujarnya sambil menggosok kepalanya.</p>
<p style="text-align:left;" align="center">apa aku terlalu keras menjitaknya?</p>
<p style="text-align:left;" align="center">&#8220;ehm, mianhae taeminnie, kau sih membuatku emosi..&#8221; dengusku kesal, berharap dia mengerti</p>
<p style="text-align:left;" align="center">&#8220;yaa&#8230;memang lucu sihh haha..&#8221;</p>
<p style="text-align:left;" align="center">&#8220;lucu darimana nya sih ??&#8221;</p>
<p style="text-align:left;" align="center">&#8220;ya nama baru mu itu. Lee Jinki menjadi Onew? jauhh hyuunngg&#8230;&#8221;</p>
<p style="text-align:left;" align="center">&#8220;ah, tapi bagus kan? sudahlah pokoknya kau harus memanggilku Onew Hyung sekarang.&#8221;</p>
<p style="text-align:left;" align="center">&#8220;Ha? annii..aku tidak mauu..&#8221; Taemin menggelengkan kepalanya membuatku semakin kesal</p>
<p style="text-align:left;" align="center">&#8220;harus!&#8221;</p>
<p style="text-align:left;" align="center">&#8220;anni..&#8221;</p>
<p style="text-align:left;" align="center">&#8220;Arrggh kau inii..!!!&#8221;</p>
<p style="text-align:left;" align="center">PIPP PIIPP</p>
<p style="text-align:left;" align="center">hampir saja aku menjitaknya lagi. handphone ku bergetar tanda ada pesan singkat masuk.</p>
<p style="text-align:left;" align="center">From : Luna</p>
<p style="text-align:left;" align="center">Msg : annyeong Onew oppa. sedang apa? <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:left;" align="center">wah, yeoja ini. segera saja aku membalasnya</p>
<p style="text-align:left;" align="center">To : Luna</p>
<p style="text-align:left;" align="center">Msg : hm, berbincang dengan dongsaengku. wae?</p>
<p style="text-align:left;" align="center">From : Luna</p>
<p style="text-align:left;" align="center">Msg : Anni, hanya saja aku ingin mendengar kau bernyanyi lagi <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:left;" align="center">MWO?? benarkah ini?</p>
<p style="text-align:left;" align="center"><em>*Luna&#8217;s PoV*</em></p>
<p style="text-align:left;" align="center">bulan terlihat begitu besar malam ini. dan tentu saja terlihat lebih indah. mengapa ? entahlah, mungkin jarak bulan dengan bumi saat ini sangat dekat. atau kah ada faktor lain? molla. aku masih saja teringat pertemuanku dengan namja pipi chubby itu tadi. wajahnya, tawanya, suaranya masih terekam jelas di otakku dan terus berputar &#8211; putar seperti sedang memutar film. kenapa bisa seperti ini? entahlah, mungkin aku merindukannya.</p>
<p style="text-align:left;" align="center">tunggu, merindukannya? ada apa dengan diriku?</p>
<p style="text-align:left;" align="center">aigoo luna..</p>
<p style="text-align:left;" align="center">hm, tapi tadi aku mengirim pesan padanya. aku ingin mendengarkan dia bernyanyi lagi. tapi belum dibalas. apa dia marah padaku?</p>
<p style="text-align:left;" align="center">Nunna neomu yeppeo&#8230;micyuh&#8230;replay replay replay.. *hape luna bunyi*</p>
<p style="text-align:left;" align="center"><em>Onew oppa calling..</em></p>
<p style="text-align:left;" align="center">&#8220;hm. yeoboseyo?&#8221;</p>
<p style="text-align:left;" align="center">&#8220;yeoboseyo Luna-ah..&#8221; Omo, suaranya..</p>
<p style="text-align:left;" align="center">&#8220;ne oppa, wae?&#8221;</p>
<p style="text-align:left;" align="center">&#8220;benarkah kau ingin mendengar aku bernyanyi?&#8221;</p>
<p style="text-align:left;" align="center">&#8220;ne..bernyanyilah untukku..hehe&#8221;</p>
<p style="text-align:left;" align="center">&#8220;ok,</p>
<p style="text-align:left;" align="center"><em>a whole new world..</em></p>
<p style="text-align:left;" align="center"><em>a new fantastic point of view..</em></p>
<p style="text-align:left;" align="center"><em>no one to tell us no or where to go, or say we&#8217;re only dreaming..&#8221;</em></p>
<p style="text-align:left;" align="center">aku tak bisa menahan tawaku,</p>
<p style="text-align:left;" align="center">&#8220;hahaha&#8221;</p>
<p style="text-align:left;" align="center">&#8220;hm. kenapa kau tertawa?&#8221;</p>
<p style="text-align:left;" align="center">&#8220;anni..hanya saja, ketika kau berkata a whole new world, terdengar seperti an onew world.. hihi&#8221;</p>
<p style="text-align:left;" align="center">&#8220;he? jeongmal?&#8221;</p>
<p style="text-align:left;" align="center">&#8220;ne oppa..&#8221;</p>
<p style="text-align:left;" align="center">&#8220;kalau begitu, let me share my onew world with you..&#8221;</p>
<p style="text-align:left;" align="center">&#8220;mwo??&#8221;</p>
<p style="text-align:left;" align="center">**to be continue**</p>
<p style="text-align:left;" align="center">Notes : hehe pendek ya? mianhae.. author lagi ga dong nih &gt;&lt;</p>
<p style="text-align:left;" align="center">RCL..RCL&#8230; gomawooo</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/shaokt.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/shaokt.wordpress.com/191/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/shaokt.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/shaokt.wordpress.com/191/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/shaokt.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/shaokt.wordpress.com/191/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/shaokt.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/shaokt.wordpress.com/191/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/shaokt.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/shaokt.wordpress.com/191/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/shaokt.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/shaokt.wordpress.com/191/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/shaokt.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/shaokt.wordpress.com/191/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=shaokt.wordpress.com&amp;blog=1849278&amp;post=191&amp;subd=shaokt&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://shaokt.wordpress.com/2011/07/24/ff-an-onew-world-2-of/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/620d187da1c5a89e0eeb94a8c3bd625c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Sha-Umh MedIa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>[FF] I Want To See You (3 of ?)</title>
		<link>http://shaokt.wordpress.com/2011/07/21/ff-i-want-to-see-you-3-of/</link>
		<comments>http://shaokt.wordpress.com/2011/07/21/ff-i-want-to-see-you-3-of/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Jul 2011 04:39:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>shamedia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fan Fiction]]></category>
		<category><![CDATA[My Stories]]></category>
		<category><![CDATA[FanFic]]></category>
		<category><![CDATA[FF]]></category>
		<category><![CDATA[IU]]></category>
		<category><![CDATA[Lee Jinki]]></category>
		<category><![CDATA[Onew]]></category>
		<category><![CDATA[Romance]]></category>
		<category><![CDATA[Sequel]]></category>
		<category><![CDATA[SHINee]]></category>
		<category><![CDATA[Story]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://shaokt.wordpress.com/?p=173</guid>
		<description><![CDATA[I Want To See You.. Author : ShamediA@2011 Cast : Lee JinKi (Onew), Lee Ji Eun (IU) Support Cast : Kim JongHyun, Kim KiBum (Key) , Choi MinHo, Lee TaeMin, Lee Yoona Genre : Romance, Family, Fan Fiction Backsound : SHINee – One Lenght : Sequel Notes : entah setan apa yang merasuki pikiranku pas [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=shaokt.wordpress.com&amp;blog=1849278&amp;post=173&amp;subd=shaokt&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>I Want To See You..</strong></p>
<p>Author : ShamediA@2011</p>
<p>Cast : Lee JinKi (Onew), Lee Ji Eun (IU)</p>
<p>Support Cast : Kim JongHyun, Kim KiBum (Key) , Choi MinHo, Lee TaeMin, Lee Yoona</p>
<p>Genre : Romance, Family, Fan Fiction</p>
<p>Backsound : SHINee – One</p>
<p>Lenght : Sequel</p>
<p>Notes : entah setan apa yang merasuki pikiranku pas bikin FF ini. Tiba – tiba aja pas denger lagunya SHINee yang One, langsung ni tangan ngetik dengan sendirinya. Cerita ini hanyalah fiktif belaka, mian kalo jelek dan aneh bin geje. Maklum penulis masih amatir nih — “ tetep RCL yaa ^^</p>
<p align="center">***CUE***</p>
<p><strong>PART 3</strong></p>
<p><em>I’ll be taking you<br />
Girl, I know without you<br />
I miss you<br />
I’ll long for you forever<br />
My feelings of desire and hope<br />
My love that grows deep again<br />
I can no longer hide them<br />
You are m</em><em>ine, girl</em><em></em></p>
<p><span id="more-173"></span></p>
<p><em>*Author’s PoV*</em></p>
<p>Seorang namja melangkah gontai ke arah bangku kayu sebuah taman bermain di dekat tempat kerjanya. Lemah sekali sepertinya tubuh namja itu. Sudah tujuh hari ini lambungnya tak merasakan makanan. Bukan karena tak bisa mendapatkan makanan, tapi karena tak ingin makan. Nafsu makannya hilang seketika. Bahkan ketika melihat ayam goreng sekalipun, tak sedikit pun nafsunya membujuknya untuk memakan itu seperti biasanya. Hidupnya terasa hampa. Ada yang hilang dari dirinya.</p>
<p>Di kampus juga tak sedikit pun pelajaran bisa ia tangkap. Bahkan dosen konseling sudah memanggilnya dua kali dan menegurnya. Bekerja pun tak ada antusias seperti biasanya. Dia sering mengecewakan pelanggan yang dilayaninya. Entahlah, semua hancur rasanya.  Jiwanya, hidupnya, semuanya serasa terbawa oleh yeoja itu. Yeoja berkulit putih, bermata sipit, bersuara lembut, berambut hitam sebahu dan berwajah cantik nan manis. Yeoja yang sudah seminggu ini tak ia ketahui kabarnya. Dicari ke sekolahnya pun tak ada. Dihubungi tak bisa. Yeoja itu entah sekarang ada dimana. Dan entah mengapa kali ini namja itu memiliki perasaan tak enak terhadap yeoja itu. Dan itu membuatnya semakin tersiksa. Khawatir? Tentu saja.</p>
<p>Dari kejauhan, seorang namja bertubuh kurus menatap namja yang duduk di bangku kayu taman itu. Mata kucingnya memicing mencoba memfokuskan pengelihatannya. Meyakinkan diri bahwa ia mengenal namja itu. Namja yang terlihat lemah dan pucat itu. Segera saja namja bermata kucing itu mendekatinya.</p>
<p>“Jinki Hyung?” Kibum memegang bahu Jinki, Jinki menoleh kaget wajahnya terlihat pucat dan sayu</p>
<p>“OMOO&#8230;Hyuuung&#8230;apa yang terjadi dengan dirimu??? Gwenchanayo??” Kibum memegang kedua pipi Jinki. Namja di depannya itu berubah menjadi lebih kurus dan sangat pucat. Wajah tampannya jadi terlihat menyeramkan seperti mayat hidup.</p>
<p>“gwenchana Kibum-ah..” Jinki menepis kedua tangan Kibum dari wajahnya</p>
<p>“kau kenapa hyung? Kau terlihat berantakan..” Kibum menatap Jinki bingung</p>
<p>“Ya Kibum, aku memang berantakan..” jawab Jinki datar dengan pandangan lurus ke depan</p>
<p>“maksudmu hyung?”</p>
<p>“hidupku berantakan Kibum-ah..aku tak bisa hidup seperti ini. Semangatku hilang rasanya. Aku menderita. Aku..aku..aku hancur..” ujar Jinki yang lalu menangis. Kibum yang masih bingung langsung merengkuh bahu Jinki dan menepuk punggungnya pelan.</p>
<p>“ceritakan padaku hyung..ceritakan semuanya&#8230;supaya kau tenang..” kibum jadi merasa iba pada Jinki. Tak pernah ia melihat Jinki seperti ini.</p>
<p>“aku&#8230;aku&#8230;” Jinki terdiam sejenak, menghela nafas berat</p>
<p>“hh..aku merindukan dia Kibum-ah..aku tak bisa hidup tanpanya..aku hancur&#8230;aku butuh dia..setidaknya aku bisa melihatnya itu saja sudah cukup..” Jinki menjelaskan sambil tetap menangis.</p>
<p>“kehilangan dia lebih menyakitkan dibandingkan kehilangan keluargaku dulu..” kata Jinki kemudian.</p>
<p>“dia? nugu?”</p>
<p>“yeoja itu..sahabatmu..” Jinki kembali diam. Terisak.</p>
<p>“Ji Eun?” Kibum mencoba menebak. Memang selama ini Kibum merasa bahwa Jinki juga mencintai Ji Eun seperti Ji Eun yang juga mencintai Jinki.</p>
<p>“aku merindukannya&#8230;” Jinki terisak.</p>
<p>Tiba – tiba, Jinki berdiri lalu,</p>
<p>“LEE JI EUN..!!! SARANGHAE&#8230;!!” Jinki berteriak hebat lalu tiba-tiba tubuhnya ambruk di tanah. Kibum segera menghampirinya.</p>
<p>“Hyung&#8230;Hyung..!!?”</p>
<p align="center">***</p>
<p>            Seorang yeoja berparas cantik masih terus menangis sambil mendekap kedua lututnya. Di tubuhnya terdapat beberapa luka dan memar. Yeoja itu ketakutan. Masih ketakutan. Seorang namja berdiri tak jauh darinya sambil membetulkan ikat pinggangnya. Tertawa senang. Puas bisa menyiksa yeoja itu.</p>
<p>“itulah hukumanmu jika kau tak mau menurutiku..hahaha” kata namja itu sambil menatap yeoja itu tajam</p>
<p>“kali ini aku masih bisa bersabar. Tapi kalau besok kau berontak lagi, mungkin besok adalah hari terakhirmu di dunia ini. Hahahaha” sambungnya lagi.</p>
<p>“jangan salahkan aku jika kau seperti ini, salahkan kedua orang tuamu mengapa berhutang padaku dan tak bisa membayarnya..hahahaha” kata namja itu lagi sambil menjauh dan meninggalkan yeoja itu sendirian.</p>
<p>Yeoja itu menatap sekilas namja kasar itu. Tatapan penuh kebencian. Tapi dia menyesali dirinya sendiri. Mengapa ia mau pulang ke rumah keluarganya waktu itu? Kenapa ia memilih pulang? Kenapa ia tak meneruskan tinggal di rumah namja itu saja? Kenapa ia malah memilih mengikuti kedua orang tuanya yang ternyata mencarinya hanya untuk menjualnya sebagai tebusan hutang – hutang mereka?</p>
<p>“Jinki oppa&#8230;aku takut&#8230;” yeoja itu mendesah pelan sambil terus menangis</p>
<p>“oppa&#8230;aku mohon datanglah&#8230;” suara yeoja itu terdengar lirih</p>
<p>“i want to see you..”</p>
<p align="center">***</p>
<p>Seorang namja bermata kucing berjalan pelan sambil menatap jalanan kota seoul yang penuh salju dengan tatapan kosong. Pikirannya masih tertuju pada namja tadi. Namja yang tak pernah sesedih itu. Namja yang selalu ceria yang sekarang berubah menjadi seperti mayat hidup. Tak pernah ia sangka namja itu bisa seperti itu. Teringat kejadian di taman tadi.</p>
<p><em>#flashback</em></p>
<p>BRUUKK..</p>
<p>Tubuh Jinki jatuh ketanah. Kibum segera menghampirinya. Memeluk tubuh lemah itu.</p>
<p>“Hyung..Hyung..”</p>
<p>Jinki masih saja menunduk dan menangis.</p>
<p>“Hyung&#8230;gwenchanayo?” Kibum menatap Jinki dengan iba. Bingung apa yang harus ia lakukan.</p>
<p>“Kibum-ah&#8230;” kata – kata Jinki terhenti. Lemas sekali tubuhnya saat ini hingga tak kuat untuk berkata – kata.</p>
<p>“sudah hyung jangan berbicara dulu. Aku antar kau pulang.”</p>
<p>Kibum memapah Jinki untuk berdiri dan perlahan berjalan. Tadinya ia bermaksud untuk menggendong Jinki. Tapi tubuhnya yang lebih kecil dari tubuh Jinki itu jelas tak kuat untuk melakukannya. Walaupun sekarang tubuh Jinki lebih kurus dibandingkan dulu, tetap saja tubuh Kibum lebih kecil. Hampir satu jam mereka menghabiskan waktu untuk berjalan menuju rumah Jinki yang memang letaknya agak jauh dari taman itu.</p>
<p>“hyung, kuncinya dimana?” kata Kibum sesudah mereka berada di depan rumah Jinki.</p>
<p>Jinki menyodorkan sebuah benda kecil yang diambilnya dari saku celananya. Setelah membuka pintu, Kibum membantu Jinki hingga Jinki berada di atas kasurnya sekarang.</p>
<p>“hyung, kau sudah makan?” Kibum merasa ada yang tak beres dengan tubuh Jinki yang jauh lebih kurus itu.</p>
<p>“sudah..seminggu yang lalu..” kata Jinki lemah.</p>
<p>“MWOO??Kau gila hyung..!!” Kibum segera beranjak keluar ruangan dan beranjak ke dapur. Mencari sesuatu yang sekiranya bisa di masaknya. Ia menemukan beberapa potong ayam di kulkas. Segera saja ia menggoreng ayam itu. Setelahnya Kibum beranjak ke kamar.</p>
<p>“makanlah Hyung..” Kibum menyodorkan ayam goreng itu tepat di depan muka Jinki. Jinki hanya melihatnya sekilas lalu memalingkan wajahnya.</p>
<p>“anni, kau saja yang makan..” katanya pelan.</p>
<p>“kau ini hyung..jangan menyiksa dirimu seperti ini. Aku yakin Ji Eun pasti akan memarahimu kalau dia tahu kau seperti ini”</p>
<p>“sayangnya dia tak akan tahu..” jawab Jinki sambil memalingkan muka. Air matanya terjatuh lagi.</p>
<p>“ck..kau ini..” Kibum tak kehabisan akal</p>
<p>“hey..andweee..apa yang kau lakukann??!” Jinki berteriak memberontak ketika Kibum hendak memasukkan sepotong daging ayam ke mulutnya.</p>
<p>“Kau harus makan hyung..!!”</p>
<p><em>#endflashback</em></p>
<p>TIIIIIIIIIIIINNNNNNNNNNNNNNNN&#8230;&#8230;&#8230;.</p>
<p>Sebuah mobil mengerem mendadak di depan Kibum. Kibum tersadar dari lamunannya dan segera membungkuk meminta maaf. Dia baru menyadari kini dirinya berada di tengah jalan raya dan membuat mobil – mobil berhenti menunggunya.</p>
<p>“mianhae..mianhae..”</p>
<p>Segera Kibum beranjak dari tempat itu. Sebentar lagi dia sampai di rumahnya. Tinggal beberapa langkah lagi. Hey, tapi apa itu? Kibum melihat seorang namja berada di teras rumahnya tak seperti biasanya.</p>
<p>Seorang namja bertubuh tinggi besar dan berwajah tampan sedang menghitung uang yang baru saja di terimanya sebagai hasil kerjanya. Banyak sekali jumlah uang itu. Membuatnya tak bisa berhenti tersenyum. Bahagia? Tentu saja. Ini yang dia inginkan. Seorang namja lain bertubuh kurus dan bermata kucing berjalan mendekati namja bertubuh besar itu.</p>
<p>“Hey Choi Minho, apa yang kau lakukan disini?” kata Namja itu ketus.</p>
<p>“oh..annyeong Kibum-ah&#8230;aku hanya mengambil bayaranku..haha” Minho tertawa</p>
<p>membuat Kibum penasaran bayaran atas apa itu. Pasti namja bernama Choi Minho ini bekerja sama lagi dengan Hyungnya untuk sesuatu yang tentu saja tak disukainya. Hyungnya memang berbeda dengannya. Orang itu memiliki watak yang sama dengan Appa nya yang seorang mafia. Berbeda dengannya yang menuruni sifat Umma nya yang lebih menyukai kebaikan dan kedamaian.</p>
<p>“memang apa yang kau lakukan?” tanya Kibum lagi</p>
<p>“aku hanya menjalankan tugas dari Hyungmu..” jawab Minho sambil menghitung uangnya</p>
<p>“memang Jonghyun hyung menyuruhmu apa?”</p>
<p>“mencari seseorang dan aku menemukannya dan aku berhasil..” kata Minho sambil tertawa bangga</p>
<p>“siapa orang itu?” Kibum semakin penasaran. Teringat kejadian beberapa hari yang lalu ketika Minho menjemputnya kesekolah dan bertanya tentang Ji Eun. Apakah itu ada hubungannya?</p>
<p>“sudah ya aku pulang dulu..annyeong..” Minho tak menjawab malah langsung pergi dari rumah Kibum.</p>
<p>Kibum tak sabar ingin tahu dan segera mencari Hyungnya ke dalam rumah.</p>
<p>“hyung&#8230;.Jonghyun hyung..!!” Kibum berteriak mencari sosok kakaknya ke dalam rumah.</p>
<p>Tapi tak ada tanda – tanda hyungnya itu dirumah. Tiba – tiba..</p>
<p>Hikkz..hikss..hikss..</p>
<p>Terdengar suara tangisan yeoja. Kibum menoleh ke kanan ke kiri, berusaha menemukan darimana suara itu berasal. Ia melangkahkan kakinya terus menuju ke arah belakang rumah. Suara itu makin terdengar keras. Siapa yeoja yang menangis dirumahnya? Jelas – jelas tidak ada yeoja disini. Ummanya sedang berada di Daegu tak mungkin tiba – tiba pulang ke Seoul tanpa kabar. Lagipula kalau itu Umma, kenapa Umma menangis?</p>
<p>Langkah Kibum terhenti di depan sebuah ruangan yang jarang digunakan. Biasanya ruangan itu digunakan sebagai gudang. Suara tangisan itu terdengar lebih jelas. Kibum benar – benar yakin tangisan itu berasal dari ruangan ini. Tapi siapa yang menangis? Tak ingin penasaran lebih lama lagi, Kibum segera membuka ruangan itu. Namun ternyata gudang itu terkunci. Untunglah kuncinya masih menempel disana. Kibum memutar kunci tersebut, memegang gagang pintu dan,</p>
<p>CKLEEK..</p>
<p>Gudang berhasil terbuka. Terlihat seorang yeoja sedang duduk meringkuk memeluk lututnya sambil menangis. Kibum merasa mengenal yeoja itu. Tapi mash tak jelas karena wajahnya tertutupi oleh rambutnya dan yeoja itu menunduk seperti sengaja menyembunyikan wajahnya. Kibum berjalan mendekati yeoja itu.</p>
<p>“JANGAN MENDEKAT&#8230;JANGAN SIKSA AKU LAGI!!! Ku Mohon&#8230;”</p>
<p>Langkah Kibum terhenti. Tersentak kaget mendengar yeoja itu membentaknya. Namun tak juga yeoja itu menunjukkan wajahnya. Tunggu dulu, Menyiksa? Menyiksa apa? Kibum tak mengerti. Dan sepertinya ia mengenal suara itu. Dari jarak sedekat itu, Kibum bisa melihat jelas tubuh yeoja itu terluka. Sepertinya habis dicambuk oleh sesuatu.</p>
<p>“Nugu-ya?”</p>
<p>Kibum tak beranjak. Ia memutuskan bertanya dari jarak itu saja. Tak ingin membuat yeoja itu ketakutan. Mendengar suara Kibum, yeoja itu mendongak dan melihat ke arah Kibum. Matanya terlihat memancarkan sebuah kelegaan.</p>
<p>“KIBUM??” Teriaknya kaget sambil tersenyum</p>
<p>“JI EUN???” Kibum tak kalah kaget langsung menghampiri dan memeluk Ji Eun.</p>
<p>“kau? Kenapa kau disini? Kenapa tubuhmu terluka?” Kibum menatap Ji Eun iba. Ingin menangis rasanya melihat sahabatnya seperti ini.</p>
<p>“aku..aku..hiks..Kibum-ahh..” Ji Eun tak kuasa menahan tangisnya. Ia memeluk Kibum sambil tetap terisak.</p>
<p>“ceritakan pelan – pelan Ji Eun-ah..jelaskan padaku mengapa seminggu ini kau menghindariku, kau menghilang dan tiba – tiba kau ada disini? Tak sadarkah aku merindukanmu?” kata Kibum sambil melepas pelukannya dan menatap Ji Eun penuh tanda tanya.</p>
<p>Ji Eun sudah bisa mengontrol emosinya. Mulailah ia bercerita.</p>
<p>“aku, seminggu yang lalu, kedua orang tuaku menjemputku dirumah Jinki Oppa. Aku ikut kembali pada mereka. Tapi mereka sangat aneh Kibummie..mereka membatasi ruang lingkupku..mereka tak memperbolehkan aku menemui atau menelepon Jinki oppa, dan mereka langsung menjemputku tiap aku pulang. Dan kau tau? Ternyata mereka menjadikan aku sebagai bayaran atas hutang – hutang mereka pada seseorang namja kejam bernama Kim Jonghyun..hiks..” Ji Eun berhenti dan menangis kembali.</p>
<p>Kibum kaget mendengar nama Kim Jonghyun disebut. Itu nama hyungnya. Jangan – jangan maksud Minho tadi orang yang dicari Minho tadi adalah Ji Eun? Dan dia disuruh oleh Jonghyun hyung?</p>
<p>“namja itu tadi datang kerumah dan memintaku karena ternyata ia yang melacak keberadaanku atas petunjuk dari kedua orang tuaku. Dan kau tau Kibummie? Ia ingin memperkosaku tadi, tapi aku terus berontak hingga dia kesal dan memukuli tubuhku dengan sabuknya. Kau lihat ini?”</p>
<p>Ji Eun menunjukkan luka – lukanya pada Kibum. Membuat Kibum semakin emosi dan ingin menghajar kakaknya sendiri.</p>
<p>“Kibummie&#8230;ku mohon..selamatkan aku, keluarkan aku dari sini dan kembalikan aku pada Jinki oppa&#8230;ku mohon..” Ji Eun kembali terisak.</p>
<p>“pasti Ji Eun..aku janji..” kata Kibum sambil menatap mata Ji Eun. Menunjukkan keseriusan disana.</p>
<p>“ tapi Kibum-ah, kenapa kau bisa menemukanku disini?”</p>
<p><em>*Ji Eun’s PoV* </em></p>
<p>“pasti Ji Eun..aku janji..” aku bisa menangkap keseriusan pada wajah Kibum.</p>
<p>Sedikit ada perasaan lega saat bisa bersama Kibum seperti ini. Tapi, kenapa dia bisa ada disini?</p>
<p>“tapi Kibum-ah, kenapa kau bisa menemukanku disini?” ku coba menanyakan saja padanya.</p>
<p>Mata kucing Kibum langsung membelalak kaget. Aku jadi bingung. Memang ada yang salah dengan pertanyaanku tadi?</p>
<p>“Kibum-ah..gwenchanayo?”</p>
<p>“eh..aa..annii&#8230;gwenchana..eumm..” Kibum jadi gelagapan. Ia seperti menyembunyikan sesuatu. Tunggu dulu. Aku teringat sesuatu. Bukankah marga Kibum adalah Kim? Itu sama dengan marga namja kasar tadi Kim Jonghyun dan Kim Kibum. Apakah mereka bersaudara?</p>
<p>“eum Ji Eun-ah..sebenarnya&#8230;”</p>
<p>Kibum terlihat bingung.</p>
<p>“Jonghyun itu adalah hyungku. “ sambungnya sambil menunduk</p>
<p>“sudah kuduga..” kataku kemudian.</p>
<p>“tapi yakinlah Ji Eun.. aku dan dia berbeda..aku tak akan menyakitimu..aku berjanji akan membawamu keluar dari sini. Aku janji&#8230;percayalah padaku Ji Eun-ah..”</p>
<p>Ya, aku tau Kibum bukan namja yang kasar seperti Jonghyun. Justru ia selalu bersikap lembut pada yeoja. Lembut? Seperti namja pipi chubby itu. Ya, namja itu juga selalu bersikap lembut pada yeoja. Namjaku..namja yang ku rindukan. Lee Jinki.</p>
<p>“ Ji Eun-ah..kau tak percaya padaku?” Kibum memegang bahuku membuatku tersadar dari lamunanku.</p>
<p>“eh ne..aku percaya padamu..” kataku sambil tersenyum.</p>
<p>Kibum ikut tersenyum. Dia duduk disampingku, seperti bersiap menceritakan sesuatu.</p>
<p>“Ji Eun-ah..”</p>
<p>“ne? Waeyo?</p>
<p>“kau tau bagaimana kabar Jinki hyung?”</p>
<p>“sama sekali tidak&#8230;jujur, aku sangat merindukannya. Merindukan senyum manisnya, tawa lepasnya, gigi kelincinya, semuanya&#8230;”</p>
<p>Kibum menatapku, wajahnya tampak sendu. Aku jadi merasa ada sesuatu yang tidak beres dengan Jinki oppa.</p>
<p>“kibum-ah&#8230;apakah Jinki oppa baik – baik saja?”</p>
<p>“anni..” jawabnya singkat sambil menggeleng.</p>
<p>“maksudmu?”</p>
<p>“Jinki hyung tak mau makan seminggu ini, semenjak kau pergi. Dia kehilangan semangatnya. Tadi aku sempat bertemu dengannya dan wajahnya sungguh, seperti mayat hidup Ji Eun-ah..”</p>
<p>“Astaga???jinjja?”</p>
<p>Aku tak bisa membayangkan bagaimana wajahnya yang tampan itu beringsut seperti zombie</p>
<p>“ne..lebih baik kau lekas pergi dan menemui dia.”</p>
<p>“aku sangat ingin kibummie.. aku juga sudah sangat merindukan dia..” air mataku mulai menetes.</p>
<p>Jinki oppa..i want to see you..</p>
<p>“sudah jangan menangis ji eun-aahh..” kibum menyeka air mataku dengan jarinya</p>
<p>“cepat kau pergi dari sini, sepertinya jonghyun hyung tidak ada dirumah..kajja..” kibum menarik tanganku untuk bangkit dan beranjak dari tempat itu.</p>
<p>“arggh..” kibum terlalu erat memegang tanganku, luka yang masih ada disana terasa nyeri</p>
<p>“waeyo?”</p>
<p>“appoo&#8230;” aku menarik tanganku</p>
<p>“ah..mianhae&#8230; perlu ku obati dulu?” Kibum menatapku iba</p>
<p>“anni&#8230;keburu hyungmu itu pulang, lebih baik aku pergi dulu..”</p>
<p>“ah benar&#8230; kajja..”</p>
<p><em>*Author’s PoV*</em></p>
<p>Namja bertubuh kurus itu segera mengajak Yeoja cantik yang masih kesakitan dengan luka ditubuhnya itu keluar dari gudang rumahnya. Sedikit lagi, mereka akan menyentuh gagang pintu keluar, namun</p>
<p>Klekk&#8230;</p>
<p>Pintu itu terbuka sebelum mereka berhasil menyentuhnya. Aneh. Tidak mungkin pintu itu  bisa terbuka sendiri bukan?</p>
<p>***to be continue***</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/shaokt.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/shaokt.wordpress.com/173/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/shaokt.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/shaokt.wordpress.com/173/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/shaokt.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/shaokt.wordpress.com/173/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/shaokt.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/shaokt.wordpress.com/173/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/shaokt.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/shaokt.wordpress.com/173/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/shaokt.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/shaokt.wordpress.com/173/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/shaokt.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/shaokt.wordpress.com/173/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=shaokt.wordpress.com&amp;blog=1849278&amp;post=173&amp;subd=shaokt&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://shaokt.wordpress.com/2011/07/21/ff-i-want-to-see-you-3-of/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/620d187da1c5a89e0eeb94a8c3bd625c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Sha-Umh MedIa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>[FF] An Onew World (1 of ?)</title>
		<link>http://shaokt.wordpress.com/2011/07/20/ff-an-onew-world-1-of/</link>
		<comments>http://shaokt.wordpress.com/2011/07/20/ff-an-onew-world-1-of/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Jul 2011 05:27:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>shamedia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fan Fiction]]></category>
		<category><![CDATA[My Stories]]></category>
		<category><![CDATA[f(x)]]></category>
		<category><![CDATA[Fan Fic]]></category>
		<category><![CDATA[FanFic]]></category>
		<category><![CDATA[FF]]></category>
		<category><![CDATA[Korean]]></category>
		<category><![CDATA[Lee Jinki]]></category>
		<category><![CDATA[Luna]]></category>
		<category><![CDATA[Onew]]></category>
		<category><![CDATA[Romance]]></category>
		<category><![CDATA[SHINee]]></category>
		<category><![CDATA[Story]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://shaokt.wordpress.com/?p=183</guid>
		<description><![CDATA[An Onew World Author : ShamediA@2011 Main Cast : Lee JinKi a.k.a Onew SHINee &#38; Park Sun Young a.k.a Luna f(x) &#8211;&#62;  LUNEW (루뉴) couple Genre : Romance, Fan Fiction Backsound : A Whole New World OST.Alladin Notes : awalnya ff ini berjudul a whole new world *soalnya inspirasinya dari lagu itu* tapi ditengah &#8211; [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=shaokt.wordpress.com&amp;blog=1849278&amp;post=183&amp;subd=shaokt&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>An Onew World<br />
</strong></p>
<p>Author : ShamediA@2011</p>
<p>Main Cast : Lee JinKi a.k.a Onew SHINee &amp; Park Sun Young a.k.a Luna f(x) &#8211;&gt;  LUNEW (루뉴) couple</p>
<p>Genre : Romance, Fan Fiction</p>
<p>Backsound : A Whole New World OST.Alladin</p>
<p>Notes : awalnya ff ini berjudul a whole new world *soalnya inspirasinya dari lagu itu* tapi ditengah &#8211; tengah bikin, jadi pengen ngganti judulnya hehe. ok, tetep RCL yaaa ^^ Gomawooo</p>
<p>happy reading <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p align="center">***CUE***</p>
<p align="center"><span id="more-183"></span></p>
<p>Seorang yeoja berparas cantik masih terus menangis dihadapan sebuah gundukan tanah yang masih baru. Bunga-bunga bertaburan menutupi gundukan tanah itu,sebagai penghormatan terakhir bagi pemiliknya. Yeoja itu masih terus menangis, padahal kedua mata indahnya sudah sangat sembab dan terlihat sedikit bengkak. Tidak capekkah menangis dari beberapa jam lalu? Molla. Yang jelas yeoja itu benar-benar sedih dan terpuruk sekarang.</p>
<p>Bagaimana tidak? Salah satu orang yang sangat dicintainya pergi untuk selamanya. Padahal tadi malam,mereka masih bisa bercanda bersama,makan bersama,melukis bersama dan pagi ini,semua itu sirna begitu saja. Truk besar pembawa semen itu berhasil merenggut nyawa Namja yang dicintainya. Namja yang tak lain adalah Appa nya. Appa terhebat yang ia punya. Tapi sekarang,itu semua hanya tinggal kenangan.</p>
<p>&#8220;Appa..hiks..&#8221;</p>
<p>yeoja itu masih terus menangis sambil memeluk batu nisan yang tertancap diujung gundukan itu. Seolah tak ingin melepasnya barang sedetik.</p>
<p>&#8220;Luna,jangan seperti ini terus. Appa mu juga tidak akan suka melihatmu begini..&#8221;</p>
<p>seorang yeoja paruh baya memeluk yeoja cantik yang dipanggilnya Luna itu.</p>
<p>&#8220;kajja, kita pulang ya? hari sudah semakin siang. Kita bisa doakan Appa dari rumah, arra?&#8221;</p>
<p>kata yeoja itu lagi. Sebenarnya mereka sama-sama kehilangan sosok yang kini terbaring dalam gundukan tanah itu. Bedanya,yeoja paruh baya itu sudah bisa menerima kenyataan ini.</p>
<p>“anniyo..aku tidak mau..”</p>
<p>Yeoja cantik itu masih saja mendekap batu nisan yang sedikit basah karena air matanya yang dari tadi tak kunjung berhenti turun.</p>
<p>“Luna..kau tidak bisa terus begini  sayang..” yeoja paruh baya itu mulai menitikkan air matanya. Tak tahu harus bagaimana lagi membujuk anak semata wayangnya itu yang jelas – jelas sangat menyayangi Appanya.</p>
<p>“aku tak mau pulang kerumah” kata yeoja cantik itu singkat lalu ia mulai berdiri</p>
<p>“mwo? Memang kau mau kemana?”</p>
<p>“aku ingin cari tempat sepi, umma pulanglah duluan” singkat. Kata – kata yeoja itu masih singkat. Setelahnya, kaki mungilnya mulai beranjak selangkah demi selangkah.</p>
<p>Yeoja paruh baya yang notabene adalah Umma nya itu menjadi semakin bingung. Diikutinya langkah yeoja cantik di depannya yang masih terus menunduk sambil sesekali menyeka air matanya.</p>
<p>“jangan ikuti aku. Jebal..” katanya sambil terisak, menatap sayu wajah Ummanya.</p>
<p>“eodiega?”</p>
<p>“sungai han”</p>
<p>“kau pulang kan?”</p>
<p>“ne, nanti malam. Jangan ikuti aku, annyeong”</p>
<p>Dan yeoja itu pun melangkah menjauh. Pikirannya masih tak karuan. Begitupun suasana hatinya. Terasa sangat kelam.</p>
<p>I can show you the world<br />
Shining, shimmering, splendid<br />
Tell me, princess, now when did<br />
You last let your heart decide?</p>
<p>*Luna’s PoV*</p>
<p>Aku masih terus menangis karena aku kehilangan Appa untuk selamanya. Kuputuskan untuk pergi dari rumah dan berdiam di taman di dekat sungai han. Hanya untuk sekedar menenangkan diri. aku bersyukur taman ini tidak terlalu ramai seperti biasanya. Kuputuskan untuk duduk di bangku taman yang terletak di pojok dibawah pohon besar yang rindang.</p>
<p>Kuambil kertas gambar dari dalam tasku dan mulai mencoret – coret kertas itu. Ku coret sepuas hatiku dan hanya menggunakan tinta warna hitam. Entah kenapa aku sedang tidak ingin bermain warna saat ini.</p>
<p>“hm, kau sedang sedih?”</p>
<p>Sebuah suara yang lembut mengagetkanku. Ku edarkan pandanganku mencari sosok pemilik suara itu. Tapi aku tak menemukan siapapun. Darimana suara itu?</p>
<p>“aku diatas sini..”</p>
<p>Suara itu kembali terdengar. Diatas? Segera ku dongakkan kepalaku keatas. Ternyata ada seorang namja yang sedang duduk di atas pohon besar ini. sejak kapan dia disitu? aku tak menyadarinya.</p>
<p>“sejak kapan kau disitu?” tanyaku singkat</p>
<p>“sejak sebelum kau datang” jawabnya singkat juga</p>
<p>“kau tak takut jatuh?” tanyaku lagi</p>
<p>“anni..disini menyenangkan..” katanya sambil tersenyum.</p>
<p>Manis sekali senyum itu. Entah kenapa aku jadi merasa lega melihat senyum namja ini. siapa namja ini? benarkah duduk diatas sana menyenangkan?</p>
<p>“jinjja?” tanyaku tak percaya.</p>
<p>“ne..cobalah kalau tak percaya, masih ada tempat disini” jawabnya sambil menepuk – nepuk sebelahnya.</p>
<p>“bagaimana cara naik ke atas sana?”</p>
<p>“panjat saja batang pohon ini..”</p>
<p>Ku coba mengikuti sarannya untuk memanjat batang pohon yang cukup besar ini. tapi, aku tak berhasil. Karena memang aku tak pernah melakukan ini sebelumnya.</p>
<p>“ah, molla..” kataku putus asa.</p>
<p>Tiba – tiba namja itu turun. Menatapku dengan pandangan yang menurutku meneduhkan. Dan lagi – lagi, namja ini tersenyum. Membuatku semakin tenang.</p>
<p>“kenapa kau turun?”</p>
<p>“untuk membantumu naik”</p>
<p>Masih tetap singkat. Apa mungkin karena aku juga bertanya singkat? Sehingga dia juga membalas sepertiku. Atau mungkin tak biasa berbicara?</p>
<p>“maksudmu?”</p>
<p>Namja itu tiba – tiba berjongkok di depanku.</p>
<p>“naiklah ke punggungku. Akan ku bawa kau ke atas sana.”</p>
<p>“mwo?”</p>
<p>“mau tidak?”</p>
<p>“hm..mau, tapi apa tidak apa – apa?”</p>
<p>“ppali, naik saja”</p>
<p>Aneh sekali namja ini. baru kali ini aku berjumpa dengan orang yang tak sama sekali ku kenal dan bisa sebaik ini denganku. Apa jangan – jangan dia punya maksud jahat?</p>
<p>Tapi tetap ku coba naik ke atas punggungnya dan dia menggendongku lalu memanjat batang besar pohon ini. mungkin cukup sulit jika harus seperti ini. sedikit takut terjatuh, tapi entah kenapa aku sangat percaya pada namja ini jika aku tidak akan mungkin terjatuh. Dan benar saja, dia berhasil membawaku hingga ke atas pohon ini.</p>
<p>“eottoke?” tanyanya kemudian. Setelah posisi kami nyaman.</p>
<p>“hm, aku sedikit..takut..”</p>
<p>“awalnya memang begitu, tapi lama – lama kau akan terbiasa” kata namja itu lalu memandang lurus ke arah sungai han. Aku mengikutinya menatap ke arah sungai han. Indah sekali ternyata pemandangan dari sini. Namja ini benar, disini menyenangkan.</p>
<p>“ehm, cobalah menutup matamu. Rasakan semilir angin yang mengitari tubuhmu dan bernafaslah selega mungkin maka kau akan merasa sangat tenang” katanya kemudian menutup matanya.</p>
<p>Kucoba mengikuti kata – katanya. Dan lagi – lagi, namja ini benar. Perasaanku menjadi lebih lega dan tenang. Rasanya aku sudah tak ingin menangis lagi. Aku merasa lebih baik sekarang.</p>
<p>Aku masih menutup mataku dan merasakan semilir angin yang menggoyangkan tubuhku perlahan. Tiba – tiba aku mendengar suara namja dan sangatlah lembut, bernyanyi merdu tepat di telingaku.</p>
<p><em>“A whole new world, a new fantastic point of view..</em></p>
<p><em>no one to tell us no, or where to go or say we’re only dreaming&#8230;</em></p>
<p><em>a whole new world, a hundred thousand things to see&#8230;</em></p>
<p><em>i’ll chase them anywhere, there’s time to spare&#8230;</em></p>
<p><em>let me share this whole new world with you&#8230;”</em></p>
<p>Ku buka mataku, ternyata namja yang disampingku inilah yang menyanyi. Ku tatap dia yang ternyata masih memejamkan matanya sambil tetap bersenandung. Siapa namja ini sebenarnya? Kenapa aku bisa merasa senyaman ini di dekatnya? Suaranya yang lembut ini mampu membuatku merasa semakin lega dan melupakan kesedihanku. ku tatap dalam wajah namja ini. tampan dan menggemaskan. Pipinya yang chubby itu. Membuatku ingin sekali mencubitnya. Bolehkah?</p>
<p>“ehem..” berdehem pelan membuatku sadar dari lamunanku.</p>
<p>Seketika merasa malu dia memergoki aku sedang menatapnya seperti tadi.</p>
<p>“wae? Ah mianhae kalau aku merusak ketenanganmu, aku tak bisa menahan hasrat untuk menyanyi jika berada di tempat dan suasana seperti ini” katanya lalu menunduk. Bisa kulihat wajahnya yang memerah. Malu kah?</p>
<p>“anni..aku menikmati nyanyianmu. Justru nyanyianmu membuatku semakin tenang. Suaramu merdu dan lembut sekali..” kataku sambil tersenyum dan menggoyang – goyangkan kakiku pelan.</p>
<p>“jinjja?” namja ini kembali tersenyum.</p>
<p>“ne, jeongmal..” kataku mengiyakan.</p>
<p>“gomawo..” kali ini ia tersenyum lebih lebar sambil menatapku. Aku balas tersenyum dan menatapnya.</p>
<p>“ehm, apa kau sedang sedih?” tanyanya tiba – tiba</p>
<p>“bagaimana kau tahu?”</p>
<p>“dari gambarmu yang tadi, abstrak dan hanya dengan tinta hitam. Seorang pelukis itu biasanya melukis sesuai dengan perasaannya saat itu. Dan kurasa melihat sketsamu yang tadi perasaanmu sedang sedih atau tak enak, mungkin..”</p>
<p>Tepat. Namja ini benar. Pandai sekali analisanya.</p>
<p>“ne, kau benar. Aku memang sedang sedih. Appa ku meninggal karena kecelakaan kemarin. tapi aku sudah merasa lebih baik sekarang.”</p>
<p>“benarkah?”</p>
<p>“ne.. gomawo..” aku tersenyum lagi, menatapnya tulus</p>
<p>“ gomawo? Untuk apa?” apakah dia tak mengerti maksudku?</p>
<p>“gomawo sudah mengajakku ke atas sini, mengajariku memperoleh ketenangan, menyanyi dengan sangat merdu, dan itu semua berhasil membuatku merasa lebih baik. Gomawo ne..”</p>
<p>Namja itu tersenyum.</p>
<p>“cheonmaneyo..aku tak menyangka ini membuatmu lebih baik”</p>
<p>Dan lagi – lagi namja ini tersenyum. Dan berhasil membuatku semakin merasa lebih baik.</p>
<p>“ah ya, siapa namamu?”</p>
<p>Ya, aku ingin mengenal namja ini lebih dalam. Kenapa? Aku tidak tau yang jelas itu yang kurasakan.</p>
<p>“Lee Jinki imnida,kau?”</p>
<p>“Park Sun Young tapi aku biasa dipanggil Luna, jadi panggil saja Luna..”</p>
<p>“Ok Luna-ssi” lagi – lagi namja ini tersenyum.</p>
<p>“ehm Jinki-ssi, boleh aku memanggilmu dengan nama lain?”</p>
<p>“nama lain? Aku tak punya nama lain. Orang – orang biasa memanggilku Jinki”</p>
<p>“aku punya nama lain yang bisa kau pakai” kataku sambil tersenyum.</p>
<p>Ya, ada julukan yang lebih pas untuk memanggil namja ini.</p>
<p>“apa?”</p>
<p>“hmm&#8230; Onew?”</p>
<p>“Onew? Mengapa?” wajahnya terlihat serius</p>
<p>“ karena suaramu begitu lembut dan merdu. Selebihnya, kau bisa membuat orang lain nyaman di dekatmu sekalipun itu orang yang belum kau kenal”</p>
<p>“jinjja? Benarkah begitu?”</p>
<p>“ne..”</p>
<p>“Onew..? boleh juga..sepertinya itu panggilan yang bagus..” namja ini tersenyum menatapku</p>
<p>“jadi boleh aku memanggilmu begitu?”</p>
<p>“tentu” jawabnya sambil mengangguk mantap</p>
<p>“gomawo Luna-ssi&#8230;” lanjutnya, masih sambil tersenyum</p>
<p>“cheonmaneyo Onew-ssi..”</p>
<p><em> </em></p>
<p><em>***to be continue***</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/shaokt.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/shaokt.wordpress.com/183/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/shaokt.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/shaokt.wordpress.com/183/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/shaokt.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/shaokt.wordpress.com/183/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/shaokt.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/shaokt.wordpress.com/183/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/shaokt.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/shaokt.wordpress.com/183/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/shaokt.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/shaokt.wordpress.com/183/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/shaokt.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/shaokt.wordpress.com/183/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=shaokt.wordpress.com&amp;blog=1849278&amp;post=183&amp;subd=shaokt&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://shaokt.wordpress.com/2011/07/20/ff-an-onew-world-1-of/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/620d187da1c5a89e0eeb94a8c3bd625c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Sha-Umh MedIa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>[FF] I Want To See You (2 of ?)</title>
		<link>http://shaokt.wordpress.com/2011/07/20/ff-i-want-to-see-you-2-of/</link>
		<comments>http://shaokt.wordpress.com/2011/07/20/ff-i-want-to-see-you-2-of/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Jul 2011 03:56:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>shamedia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fan Fiction]]></category>
		<category><![CDATA[My Stories]]></category>
		<category><![CDATA[FanFic]]></category>
		<category><![CDATA[FF]]></category>
		<category><![CDATA[IU]]></category>
		<category><![CDATA[Lee Jinki]]></category>
		<category><![CDATA[Onew]]></category>
		<category><![CDATA[Romance]]></category>
		<category><![CDATA[Sequel]]></category>
		<category><![CDATA[SHINee]]></category>
		<category><![CDATA[Story]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://shaokt.wordpress.com/?p=169</guid>
		<description><![CDATA[I Want To See You.. Author : ShamediA@2011 Cast : Lee JinKi (Onew), Lee Ji Eun (IU) Support Cast : Kim JongHyun, Kim KiBum (Key) , Choi MinHo, Lee TaeMin, Lee Yoona Genre : Romance, Family, Fan Fiction Backsound : SHINee – One Lenght : Sequel Notes : entah setan apa yang merasuki pikiranku pas [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=shaokt.wordpress.com&amp;blog=1849278&amp;post=169&amp;subd=shaokt&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>I Want To See You..</strong></p>
<p>Author : ShamediA@2011</p>
<p>Cast : Lee JinKi (Onew), Lee Ji Eun (IU)</p>
<p>Support Cast : Kim JongHyun, Kim KiBum (Key) , Choi MinHo, Lee TaeMin, Lee Yoona</p>
<p>Genre : Romance, Family, Fan Fiction</p>
<p>Backsound : SHINee – One</p>
<p>Lenght : Sequel</p>
<p>Notes : entah setan apa yang merasuki pikiranku pas bikin FF ini. Tiba – tiba aja pas denger lagunya SHINee yang One, langsung ni tangan ngetik dengan sendirinya. Cerita ini hanyalah fiktif belaka, mian kalo jelek dan aneh bin geje. Maklum penulis masih amatir nih — “ tetep RCL yaa ^^</p>
<p align="center">***CUE***</p>
<p><strong>PART 2</strong></p>
<p><em>I love you only, as much as the sky<br />
You truly are the reason I live<br />
I really, really, I want to hug you like crazy<br />
We’re still going too fast, right?<span id="more-169"></span></em><em></em></p>
<p><em>*Ji Eun’s PoV*</em></p>
<p>Senang sekali rasanya bisa berdekatan dengan Jinki oppa. Memang bukan sesuatu yang aneh karena kami tinggal satu rumah dan pastinya sering bersama. Sudah hampir 10 tahun seperti ini. Namun entah kenapa setiap detik yang ku lalui bersama Jinki oppa itu terasa sangat berbeda. Sangat menyenangkan. Kali ini aku dan Jinki oppa sedang menghabiskan waktu makan malam bersama. Seperti biasa, dia akan sangat bersemangat setiap memakan ayam goreng. Entah kenapa hidupnya rasanya tak lengkap jika tanpa ayam goreng. Apakah ayam sangat berarti untuknya dibandingkan aku?</p>
<p>“Oppa..makannya pelan-pelan..” kataku mengingatkan. Kini di kedua tangannya sama – sama memegang ayam.</p>
<p>“hmm&#8230;” dia cuma menjawab seperti itu. Ah dasar maniak ayam..!</p>
<p>Tapi walaupun begitu aku sangat menyukainya, menyukai dia yang rakus sekali ketika melihat ayam. Menyukai dia yang  suka sekali bercanda dan membuat orang tertawa. Menyukai suara lembutnya dan senyuman manisnya. Menyukai semua tentangnya. Entah sejak kapan rasa ini muncul. Mungkin sejak saat itu. Saat dia menyelamatkanku.</p>
<p><em>#flashback</em></p>
<p>“Ummaaaa&#8230;Appaaaa&#8230;” aku terus berteriak memanggil kedua orang tuaku, tapi rasanya tak ada hasil. Ini sudah mulai larut malam dan aku masih belum menemukan mereka. Bagaimana ini, aku tak tau jalan pulang. Aku tak punya uang, aku juga lapar.</p>
<p>“Ummaa..hik..hiks..”</p>
<p>Aku mulai menangis. Kuputuskan untuk duduk di pojokan pasar malam ini dan menangis. Berharap ada yang menolongku. Tiba – tiba,</p>
<p>“hei..kenapa kau menangis?”</p>
<p>Ada sebuah suara namja. Takut – takut aku mencoba menatap namja itu. Dia jongkok di depanku sambil menatapku bingung. Tampan sekali namja ini. Sepertinya dia lebih tua dariku tapi dia juga masih remaja.</p>
<p>“hei? Gwenchanayo?” dia mengibaskan tangannya di depan wajahku, kurasa dia orang baik.</p>
<p>“aku..aku kehilangan Umma dan Appa ku..hikx..” ku coba menjelaskan perlahan</p>
<p>“lho?memang terakhir bersama mereka dimana?”</p>
<p>“tadi aku melihat kembang api di lapangan itu..” aku menunjuk sebuah lapangan besar yang terletak agak jauh dari tempat ini. Namja itu mengikuti arah tanganku. Lalu melihat ke arah sekeliling dan kembali menatapku bingung.</p>
<p>“lalu?”</p>
<p>“ketika aku kembali ke tempat Umma dan Appa mereka sudah tidak ada. Aku sudah mencari mereka kesana – kemari tapi aku tak berhasil menemukan mereka.. hiks..hiks..”</p>
<p>Air mataku kembali turun. Sesak sekali dadaku saat ini.</p>
<p>“cup..cup&#8230;jangan menangis, ayo ku bantu mencari kedua orang tuamu ya?” namja itu tersenyum manis sekali.</p>
<p>“siapa kau?”</p>
<p>“ah ya aku lupa mengenalkan diri. Cheuneun Lee Jinki Imnida..” dia mengulurkan tangan</p>
<p>“Lee Ji Eun Imnida.. margamu sama denganku..”</p>
<p>“hehe, ne kebetulan sekali. Ayo..” dia menarik tanganku. Aku mengikutinya karena aku yakin namja ini orang baik.</p>
<p>“eh ya, kau lapar?”</p>
<p>“hm..ne&#8230;”</p>
<p>“kalau begitu makanlah ini..” namja itu menyodorkan sebuah kotak padaku dari baunya sepertinya ini ayam goreng.</p>
<p>“apa ini?”</p>
<p>“itu ayam goreng, kau tidak suka?”</p>
<p>“anni, aku suka ayam goreng, tapi sepertinya ini makan malammu, kalau ini untukku kau makan apa nanti?”</p>
<p>“sudahlah jangan kau fikirkan, makanlah selagi kita ke kantor polisi untuk melapor. Arra?”</p>
<p>Namja bernama Lee Jinki ini tersenyum lagi. Entah kenapa aku merasa tenang melihat senyumnya yang seperti itu. Jinki memboncengku dengan sepeda tuanya menuju kantor polisi terdekat. Setelah melapor, kami disuruh menunggu hingga esok hari. Sedih sekali rasanya, aku rindu Umma dan Appa.</p>
<p>“hey Ji Eun-ah..”</p>
<p>Jinki menyentuh dahuku dan membuatku menatapnya sekarang</p>
<p>“jangan sedih, aku akan membantumu. Tinggalah denganku untuk sementara. Jangan takut, jangan menangis seperti itu..” ujarnya sambil tersenyum</p>
<p>“tapi oppa..apakah boleh? Bagaimana dengan orangtuamu jika nanti tau aku tinggal bersamamu?”</p>
<p>“tenang saja. Aku tinggal sendiri, orang tuaku sudah meninggal”</p>
<p>Deg! Kaget sekali mendengar perkataannya barusan. Jadi namja ini tinggal sendirian? Hebat sekali dia. Apakah dia tak merasa kesepian?</p>
<p>“ayo, ikutlah kerumahku untuk sementara, aku sudah meninggalkan alamatku pada polisi sehingga nanti ketika mereka menemukan orang tuamu, mereka akan menghubungiku“</p>
<p>Aku masih diam dan menatapnya. Bingung harus menjawab bagaimana.</p>
<p>“apa kau mau tinggal di sini? “ tanyanya kemudian sambil tertawa</p>
<p>“ah..anniii, aku tak mau, aku ikut denganmu sajaa” kataku lalu menggandeng tangannya.</p>
<p>“ok..kajja..”</p>
<p>Sejak saat itu, aku tinggal bersama Jinki oppa dirumahnya yang memang tak terlalu besar tapi nyaman untuk tempat tinggal. Ternyata dia bekerja sebagai tukang daging di toko daging milik keluarga jauhnya. Dan berkat kerjanya itu dia masih bisa meneruskan sekolahnya. Orang tuanya dan adiknya meninggal dalam kecelakaan pada waktu dia berumur 6 tahun. Aku tau betul dia pasti sangat kesepian. Karena aku juga merasakan kesepian tanpa kedua orang tuaku. Tapi aku beruntung bisa bertemu dengannya. Sehingga kami bisa saling mengisi kesepian kami.</p>
<p>Saat ini, aku dan Jinki oppa sedang menatap langit malam di teras rumah. Ini kebiasaan Jinki oppa setiap malam bahkan terkadang dia sampai tertidur disini. Awalnya aku tak mengerti mengapa dia suka sekali melakukan hal ini. Ternyata ini dia lakukan untuk menghilangkan rasa rindunya pada keluarganya. Dia menganggap keluarganya bisa melihatnya dari atas sana. Sehingga dia pun membayangkan keluarganya ada diatas sana.</p>
<p>“Ji Eun-ah..”</p>
<p>“ne oppa?” aku menatapnya</p>
<p>“gomawo..” dia tersenyum sambil menatapku</p>
<p>“untuk apa?”</p>
<p>“gomawo sudah menemaniku disini..” dia tersenyum lagi. Manis sekali</p>
<p>“cheonmaneyo..tanpa Oppa mungkin aku sudah mati sekarang karena kelaparan..” kataku sambil tersenyum</p>
<p>“hehe..kau ini. Hm, sampai sekarang belum ada kabar dari polisi tentang kedua orang tuamu ya?”</p>
<p>“iya, waktu itu kita ke kantor polisi lagi, mereka bilang juga belum menemukan orang tuaku.”</p>
<p>“apa kau tak merindukan mereka?”</p>
<p>“tentu saja aku merindukan mereka Oppa..tapi, sudahlah mungkin belum saatnya aku bertemu mereka lagi..” aku menunduk, rasanya aku ingin menangis lagi</p>
<p>“sudah jangan sedih, ada aku disini. “ Jinki oppa merengkuh bahuku. Dan mendekap kepalaku di dada bidangnya.</p>
<p>“gomawo Ji Eun-ah..” katanya sambil mengecup puncak kepalaku lembut, aku bisa merasakan itu.</p>
<p>“gomawo oppa..” kataku berbisik. <em>Saranghae..</em></p>
<p><em>#endflashback</em></p>
<p>“Hei..Ji Eun-ah..”</p>
<p>Aku tersadar dari lamunanku. Jinki oppa menatapku tajam. Kulihat piringnya sudah kosong. Sejak kapan dia selesai makan? Aku tak menyadarinya.</p>
<p>“kau melamun?” tanyanya kemudian</p>
<p>“ah..anni..” sanggahku</p>
<p>“kotjimal..” katanya lagi sambil mendekatkan wajahnya padaku. Membuat jantungku berdetak tak karuan.</p>
<p>“annii&#8230;”</p>
<p>Tapi dia masih saja mendekatkan wajahnya padaku. Dekat sekali.</p>
<p>“sudahlah, sini aku bersihkan..” aku langsung mendorongnya dan membereskan meja. Dia tertawa. Aduh, dia pasti tahu aku gugup sekali.</p>
<p>“haha..wajahmu lucu sekali Ji Eun&#8230;” dia masih saja tertawa</p>
<p>“pabo..!” kataku sambil melangkah ke dapur membersihkan piring – piring kotor ini.</p>
<p><em>Whenever I meet eyes with her<br />
I wonder if the smile that grows on my face<br />
might reach a corner of your heart<br />
I whisper into the beautiful ear<br />
Inside of your uncertain heart<br />
My feelings of love for you</em><em></em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>*Jinki’s PoV*</em></p>
<p>Aku masih saja ingin tertawa mengingat wajah Ji Eun tadi. Terlihat sekali dia gugup.  Memang sih selama ini jarang kami bisa sedekat itu. Dan setiap kami sedekat itu dia pasti gugup sekali seperti tadi. Dan wajahnya yang memerah itu lucu sekali. Padahal andai dia tahu, aku juga sangat gugup. Tiba – tiba aku jadi sangat ingin menggodanya lagi.</p>
<p>Saat ini dia sedang ada di dapur, sedang mencuci piring. Ku dekati ia perlahan, dan sepertinya dia tidak menyadari keberadaanku saat ini. Kupeluk pinggangnya dari belakang. Dan, badannya bergetar, sepertinya dia kaget. Lalu berbalik menatapku. Ku lepaskan kedua tanganku dari pinggangnya dan tersenyum. Wajahnya terlihat bersemu merah. Ah, Neomu yeppeo</p>
<p>“wae oppa?”</p>
<p>Suaranya yang lembut itu terdengar agak parau. Dia masih gugup ternyata. Kutatap dalam kedua matanya. Dia pun juga menatapku. Bibirku otomatis membuat senyuman dan begitupun dia. Tak terasa tanganku kembali memeluk pinggangnya. Dan sedetik kemudian, wajah kami mendekat, perlahan semakin dekat. Aku menutup mataku, begitupun dia. Jantungku mulai berdetak tak karuan. Mungkinkah ? Tiba – tiba..</p>
<p>Tok..Tok..Tok..</p>
<p>Ada yang mengetok pintu. Otomatis mata kami terbuka, saling bertatapan sejenak. Aku tak menyangka wajahku sudah sangat dekat dengannya.</p>
<p>Tok..Tok..Tok..</p>
<p>Terdengar lagi suara ketokan pintu. Membuat kami tersadar dan langsung bergerak menjauh. Aku jadi salah tingkah begini. Tapi kurasa dia juga seperti itu.</p>
<p>“ehm, biar aku yang membuka pintu. “ kataku seraya pergi dari tempat itu menyembunyikan wajahku yang pasti memerah seperti kepiting rebus.</p>
<p>Aku segera melangkah menuju ke depan dan membuka pintu,</p>
<p>“annyeong&#8230;”</p>
<p>Ada seorang namja dan seorang yeoja yang berdiri di depanku saat ini. Namun yang membuatku kaget adalah, Yeoja itu mirip sekali dengan Ji Eun. Hampir mirip lebih tepatnya. Apakah dia saudara Ji Eun? Tapi tampaknya dia sudah agak tua. Jangan – jangan orang ini Umma Ji Eun?</p>
<p>“Annyeong..” sapa namja yang bertubuh kurus dan sedikit tua</p>
<p>“ne..annyeong ahjussi..ada perlu apa?” jawabku kaget</p>
<p>“boleh kami masuk?” namja itu berkata lagi</p>
<p>“oh..ne.. silahkan..”</p>
<p>Ku ajak mereka duduk di ruang tamu yang tak terlalu besar ini.</p>
<p>“ada perlu apa ya?” tanya ku lagi. Masih sangat penasaran. Dan tidak tau mengapa perasaanku jadi tak enak.</p>
<p>“benarkah anda Lee Jinki?” tanya si yeoja yang dari tadi diam saja</p>
<p>“ne..Lee Jinki imnida..”</p>
<p>“Lee Taemin imnida&#8230;” si namja yang agak tua tadi menjabat tanganku</p>
<p>“ini anae ku, Lee Yoona..” kata Taemin sambil menunjuk yeoja itu</p>
<p>Aku hanya tersenyum sambil mengangguk.</p>
<p>“ah baiklah, langsung saja. Apakah disini ada Lee Ji Eun ? “</p>
<p>Deg..! Jantungku serasa berhenti saat nama itu disebut. Mengapa orang ini menanyakan Ji Eun? Apakah mereka keluarganya? Apakah mereka akan mengambil Ji Eun dariku? Inikah jawaban dari feeling burukku tadi?</p>
<p>“Jinki-ssi, gwenchanayo?” Lee Taemin memegang bahuku, membuatku tersadar dari lamunanku.</p>
<p>“ah, ne, Lee Ji Eun memang tinggal disini. Waeyo?”</p>
<p>“ah..baguslah&#8230;ternyata memang benar..” yeoja yang bernama Lee Yoona tadi langsung memeluk namja bernama Lee Taemin.</p>
<p>“bisakah kau panggilkan dia?” kata Lee Taemin kemudian.</p>
<p>“ah, ne..”</p>
<p>Aku pun masuk ke dapur, kulihat Ji Eun baru saja selesai mencuci piring.</p>
<p>“Ji Eun-ah..”</p>
<p>“ne, oppa?” dia berbalik menatapku dan tersenyum.</p>
<p>“kau mengenal namja bernama Lee Taemin dan yeoja bernama Lee Yoona?” tanyaku mengecek, semoga dia tak mengenal mereka..pliss God..</p>
<p>Tapi, Ji Eun malah diam sambil menatapku.</p>
<p>“oppa lupa? Itu nama Appa dan Umma ku, oppa..” katanya kemudian, matanya terlihat berkaca – kaca.</p>
<p>Deg..! jantungku serasa berhenti berdetak lagi. Lemas sekali tubuhku rasanya. Mengapa, mengapa aku bisa melupakan sesuatu yang penting seperti nama kedua orang tua Ji Eun? Seharusnya aku bisa menebak dari pertama kali mereka datang. Marga mereka sama – sama Lee kan? Bodohnya aku.</p>
<p>“oppa..waeyo?” Ji Eun memegang tanganku, membuatku menatapnya. Ingin sekali aku menangis saat ini.</p>
<p>“mereka..” aku terdiam sejenak, mengatur nafasku yang mulai terasa sesak</p>
<p>“mereka ada di..ruang tamu..menunggumu.. Ji Eun-ah..” kataku gagap</p>
<p>“Jjinca?” wajah Ji Eun terlihat berseri – seri dan seketika Ji Eun beranjak menuju ruang depan. Meninggalkan aku sendiri yang masih mematung tak percaya. Tentu saja Ji Eun sangat senang bisa bertemu dengan orang tuanya lagi. Ji Eun benar – benar merindukan mereka bukan? Tapi itu berarti Ji Eun akan pergi dan kembali bersama mereka. Benarkah Ji Eun akan pergi? Benarkah dia akan meninggalkanku? Haruskah aku menahannya? Aku merasa pandanganku semakin kabur, ada bulir – bulir air yang menutupi mataku saat ini. Apakah ini air mata? <em>Ji Eun, please don’t go..</em></p>
<p><em>I know that your heart<br />
Cannot come by my side yet<br />
Can I just call you my one?</em><em></em></p>
<p>Rasanya setiap detik berlalu cepat sekali. Berawal dari kedatangan mereka beberapa waktu yang lalu, dan sekarang aku bisa melihat Ji Eun sedang bergegas memasukkan barang – barangnya ke koper. Ji Eun akan kembali pada keluarganya. Aku bisa melihat wajah Ji Eun yang bahagia bisa bertemu dengan keluarganya lagi. Ji Eun, apakah kita akan benar – benar berpisah? Rasanya air mataku akan jatuh lagi. Aku akan melangkah meninggalkan kamar Ji Eun namun aku merasa ada yang menarik lenganku. Ternyata itu Ji Eun.</p>
<p>“oppa..” katanya sambil menatapku, dibelakangnya ada Umma dan Appa nya yang membawa barang – barangnya.</p>
<p>“ne Ji Eun-ah?” aku mencoba untuk tersenyum. Walau itu sulit sekali rasanya.</p>
<p>Ji Eun hanya menatapku. Seperti mencoba membaca apa yang aku pikirkan saat ini. Dia tidak boleh tahu aku sedih. Dia harus tahu bahwa aku bahagia. Bahagia karena dia bisa bahagia.</p>
<p>“sini ku bantu..” kataku mengalihkan perhatian. Ku ambil tas biru dari tangannya. Tas biru ini kuhadiahkan padanya tahun lalu.</p>
<p>“sudah semua?” tanyaku kemudian. Ji Eun hanya mengangguk.</p>
<p>“baguslah..” kataku sambil tersenyum kembali walau hatiku seperti tersayat sedikit demi sedikit.</p>
<p>Ku antarkan Ji Eun hingga sampai di depan. Kedua orang tuanya membungkuk padaku dan mengucapkan terima kasih berkali – kali.</p>
<p>“kamsahamnida Jinki-ssi..jeongmal kamsahamnida&#8230;” Lee Yoona, Umma Ji Eun menjabat tanganku lalu masuk ke dalam mobil, sedangkan Lee Taemin, Appa Ji Eun sudah ada di balik kemudi.</p>
<p>Kini Ji Eun berdiri di depanku. Dia masih menatapku dengan mata berkaca – kaca. Seperti ingin menangis. <em>Ku mohon jangan menangis Ji Eun karena itu akan membuat hatiku tersayat – sayat lebih dalam lagi.</em></p>
<p>“hati – hati ya, belajar yang rajin dan tetaplah semangat mengejar impianmu Ji Eun-ah..” kataku sambil membelai lembut rambutnya. Dia hanya diam sambil menatapku.</p>
<p>“mianhae kalau selama ini aku sering membuat kesalahan padamu, dan mianhae kalau selama ini aku tidak bisa memberikan yang terbaik untukmu Ji Eun-ah..”</p>
<p>Kali ini aku tak kuat menatapnya. Ku tundukkan wajahku. Air mataku sudah semakin mendesak untuk keluar dari tempatnya. Tapi aku tak mau menangis di depannya. Aku tak mau menangis di depan yeoja ini.</p>
<p>“oppa..” Ji Eun memegang tanganku. Ku coba untuk menatapnya lagi. Wajahnya terlihat sayu sekali.</p>
<p>“kau sudah memberikan semuanya untukku, gomawo oppa..gomawo..” Ji Eun menangis.</p>
<p>Yeoja ini menangis. Seketika tanganku bergerak mendekapnya. Kupeluk erat tubuhnya. Rasanya aku tak mau melepaskan tubuh ini. Aku tak mau membiarkan dia pergi. Dan saat itu juga air mataku tak mampu kubendung lagi.</p>
<p>“mianhae oppa..mianhae aku merepotkanmu..” kata Ji Eun disela isak tangisnya</p>
<p>“aniyo Ji Eun-ah..kau tak pernah merepotkanku. Aku sangat senang selama bersamamu. Sangat..”  suaraku semakin melemah. Aku tak kuasa berbicara lagi.</p>
<p>“gomawo oppa..”</p>
<p>“gomawo Ji Eun-ah..” ku cium lembut puncak kepalanya. Ku hirup aroma khas tubuhnya yang mungkin tak bisa kurasakan lagi nanti. Ku nikmati detik – detik terakhir bersamanya ini.</p>
<p><em>My heart will catch you and not let you go<br />
Can you feel it as well?</em><em></em></p>
<p>“Ji Eun, ayo malam sudah semakin larut..kita pergi, kajja..” suara namja menyadarkan kami yang sedang terlarut dalam kesedihan. Itu suara Appa Ji Eun. Kulepaskan pelukanku dan kutatap kembali yeoja yang sudah menemaniku 10 tahun terakhir ini.</p>
<p>“bye Lee Ji Eun&#8230;thanks, take care..”</p>
<p>“bye oppa&#8230;gomawo..” katanya sambil terisak.</p>
<p>“sudah jangan menangis. Dasar cengeng..” kataku sambil tersenyum dan menghapus air matanya. Ji Eun tersenyum.</p>
<p>“aku akan menghubungimu oppa..annyeong&#8230;”</p>
<p>Ji Eun masuk kedalam mobil. Air matanya masih saja turun. Kami saling melempar senyum dan melambaikan tangan. Mobil sport hitam itu perlahan bergerak menjauh dariku. Aku masih tak rela melepas Ji Eun. Kakiku seketika berlari mengejar mobil itu.</p>
<p>“SARANGHAE LEE JI EUN..!! “ Jeritku sambil berhenti mengejar mobil yang bergerak semakin cepat itu. Kaki ini tak kuat jika harus mengejarnya terus. Air mataku masih saja turun. Kutatap jalanan kosong yang terasa memilukan ini.</p>
<p>Ji Eun&#8230;saranghae&#8230;</p>
<p align="center">***<em></em></p>
<p><em>*Author’s Pov*</em></p>
<p>Dua orang namja berada di dalam mobil tak jauh dari kediaman Jinki. Mereka bisa melihat jelas Jinki yang mengejar mobil Ji Eun menjauh darinya. Namun bukan kesedihan yang tampak pada wajah mereka. Yang ada malah kebahagiaan. Mereka tersenyum bahkan tertawa.</p>
<p>“hahaha, rencana berhasil bos..” ujar seorang namja yang berada di balik kemudi, wajahnya cukup tampan dan berkharisma</p>
<p>“tentu saja berhasil..hahaha&#8230;kasian sekali namja itu..” kata namja yang satunya. Matanya menatap ke arah Jinki yang masih berlutut dan menangis di jalanan.</p>
<p>“ayo kita kagetkan dia..” kata namja itu lagi,</p>
<p>si namja tampan yang berada di balik kemudi segera mengangguk dan tersenyum jahat. Lalu dia menyalakan mesin dan menyetir mobil itu ke arah Jinki.</p>
<p>Tiiiiiiinnnnnnnnnnnnnn&#8230;&#8230;&#8230;.</p>
<p>Jinki yang melihat sebuah mobil bergerak cepat menuju ke arahnya langsung bergerak menghindar secepat mungkin. Namun ternyata mobil itu malah berhenti di depannya.</p>
<p>“JANGAN DUDUK DI TENGAH JALAN PABO !!! “ ujar seorang namja dari dalam mobil itu sambil membuang puntung rokok dan tepat mengenai tangan Jinki. Jinki segera mengibaskan tangannya dan memegangi tangannya yang terasa sakit terkena rokok yang masih menyala tadi. Belum sempat membalas, mobil itu bergerak cepat meninggalkan Jinki.</p>
<p>“SHIT..!!“ hanya itu kata – kata yang bisa di ucapkan Jinki sambil menatap mobil mewah yang hampir menabraknya barusan.</p>
<p align="center">***</p>
<p><em>*Ji Eun’s PoV*</em></p>
<p>Ini sudah hari ketujuh aku kembali pada Appa dan Umma ku. Namun aku tak merasa nyaman berada di dekat mereka. Aku merasa aneh. Ada yang berbeda dari mereka. Mereka tak memperbolehkan aku memberitahukan alamat rumah pada Jinki oppa. Mereka tak memperboleh aku menelepon Jinki oppa, juga untuk bertemu dengannya. Mereka benar – benar membatasi ruang lingkupku. Sepulang sekolah akupun tak bisa bercengkrama lagi dengan Kibum seperti biasanya. Karena Appa sudah menungguku dan langsung membawaku pulang ke rumah.</p>
<p>Entahlah ini semua terasa aneh. Padahal andai mereka tahu, setiap malam aku menangis. Aku rindu pada namja itu. Namja maniak ayam berpipi chubby bermata sipit dan bersuara lembut itu. Namja yang juga hobi sekali tersenyum. Namja yang menemaniku selama 10 tahun terakhir. Namja yang 4 tahun lebih tua dariku. Namun sifatnya terkadang seperti anak kecil ketika melihat ayam. Namja yang aku cintai. Lee Jinki.</p>
<p>BRAAAKK&#8230;!!</p>
<p>Tiba – tiba pintu kamarku terbuka lebar. Ada dua orang namja bermuka garang menatapku. Kulihat Appa dan Umma ada di belakang mereka. Umma menarik salah satu dari namja itu.</p>
<p>“jangan&#8230;ku mohon jangan..” kata Umma</p>
<p>Aku bingung apa yang terjadi sebenarnya. Kulihat wajah Appa seperti ketakutan begitupun Umma. Ada apa ini sebenarnya?</p>
<p>“Kau yang bernama Ji Eun? “ seorang namja yang bertubuh lebih pendek dari namja satunya bertanya padaku dan bergerak mendekatiku.</p>
<p>“apa urusanmu?” tanyaku ketus.</p>
<p>“kau milikku Ji Eun..” namja itu menyeringai dan bergerak mendekat</p>
<p>Apa maksudnya, aku bergerak mundur. <em>Jinki Oppa..aku takut, bantu aku..oppaaa&#8230;</em></p>
<p>***to be continue***</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/shaokt.wordpress.com/169/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/shaokt.wordpress.com/169/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/shaokt.wordpress.com/169/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/shaokt.wordpress.com/169/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/shaokt.wordpress.com/169/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/shaokt.wordpress.com/169/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/shaokt.wordpress.com/169/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/shaokt.wordpress.com/169/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/shaokt.wordpress.com/169/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/shaokt.wordpress.com/169/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/shaokt.wordpress.com/169/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/shaokt.wordpress.com/169/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/shaokt.wordpress.com/169/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/shaokt.wordpress.com/169/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=shaokt.wordpress.com&amp;blog=1849278&amp;post=169&amp;subd=shaokt&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://shaokt.wordpress.com/2011/07/20/ff-i-want-to-see-you-2-of/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/620d187da1c5a89e0eeb94a8c3bd625c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Sha-Umh MedIa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>[FF] I Want To See You (1 of ?)</title>
		<link>http://shaokt.wordpress.com/2011/07/20/ff-i-want-to-see-you-1-of/</link>
		<comments>http://shaokt.wordpress.com/2011/07/20/ff-i-want-to-see-you-1-of/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Jul 2011 03:39:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>shamedia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fan Fiction]]></category>
		<category><![CDATA[My Stories]]></category>
		<category><![CDATA[FanFic]]></category>
		<category><![CDATA[FF]]></category>
		<category><![CDATA[IU]]></category>
		<category><![CDATA[Lee Jinki]]></category>
		<category><![CDATA[Onew]]></category>
		<category><![CDATA[Romance]]></category>
		<category><![CDATA[Sequel]]></category>
		<category><![CDATA[SHINee]]></category>
		<category><![CDATA[Story]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://shaokt.wordpress.com/?p=163</guid>
		<description><![CDATA[I Want To See You.. Author : ShamediA@2011 Cast : Lee JinKi (Onew), Lee Ji Eun (IU) Support Cast : Kim JongHyun, Kim KiBum (Key) , Choi MinHo, Lee TaeMin, Lee Yoona Genre : Romance, Family, Fan Fiction Backsound : SHINee – One Lenght : Sequel Notes : entah setan apa yang merasuki pikiranku pas [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=shaokt.wordpress.com&amp;blog=1849278&amp;post=163&amp;subd=shaokt&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>I Want To See You..</strong></p>
<p>Author : ShamediA@2011</p>
<p>Cast : Lee JinKi (Onew), Lee Ji Eun (IU)</p>
<p>Support Cast : Kim JongHyun, Kim KiBum (Key) , Choi MinHo, Lee TaeMin, Lee Yoona</p>
<p>Genre : Romance, Family, Fan Fiction</p>
<p>Backsound : SHINee – One</p>
<p>Lenght : Sequel</p>
<p>Notes : entah setan apa yang merasuki pikiranku pas bikin FF ini. Tiba – tiba aja pas denger lagunya SHINee yang One, langsung ni tangan ngetik dengan sendirinya. Cerita ini hanyalah fiktif belaka, mian kalo jelek dan aneh bin geje. Maklum penulis masih amatir nih &#8212; “ tetep RCL yaa ^^</p>
<p align="center">***CUE***</p>
<p align="center"><a href="http://shaokt.files.wordpress.com/2011/07/nitp.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-166" title="OnIu" src="http://shaokt.files.wordpress.com/2011/07/nitp.jpg?w=300&#038;h=121" alt="Onew &amp; IU" width="300" height="121" /></a></p>
<p><strong>PART 1</strong></p>
<p><em>The morning sunlight is like you<br />
It might be a little childish, but I like it<span id="more-163"></span></em><em></em></p>
<p>“kamsahamnida ahjumma..”</p>
<p>Seorang namja tinggi nan tampan membungkuk dan mengucapkan terimakasih pada penjual ayam goreng langganan keluarganya sejak dulu hingga saat ini. Setelah itu namja itu segera berbalik dan melangkahkan kakinya menuju rumahnya. Sambil sesekali bersenandung dan menatap jalanan penuh salju itu. Terkadang melempar senyum pada beberapa orang yang dikenalnya. Senyum yang sangat manis dan menawan. Tak ada yeoja manapun yang mampu menolak senyum itu. Senyum manis namja tampan bermata sipit dan berpipi chubby itu. Namun hingga saat ini belum pernah namja itu melempar senyum yang sangat tulus dan penuh cinta dari hatinya untuk orang lain selain yeoja itu. Yeoja yang 4 tahun lebih muda darinya. Yeoja yang masih berseragam SMA dan sudah bersamanya selama 10 tahun hidupnya. Yeoja yang mungkin saat ini masih tertidur pulas di kasurnya dan memikirkan itu membuat Namja itu semakin mempercepat langkahnya.</p>
<p>Sesampainya dirumahnamja berbadan tinggi dan bermata sipit itu langsung menaruh ayam goreng yang dibelinya barusan dan menyiapkan sarapan. Sesekali matanya menatap ke arah pintu coklat di sebelah ruang makan itu. Pintu itu masih tertutup. Sepertinya penghuninya masih belum bangun. Namja itu bergegas menyelesaikan persiapan sarapannya. Dilihatnya jam di dinding  dan membuat wajahnya yang tadinya di penuhi keceriaan berubah menjadi ketegangan.</p>
<p>“Omo&#8230;sudah jam setengah 7 !”</p>
<p>Namja itu lantas beranjak menuju ke pintu cokelat yang dilihatnya sedari tadi.</p>
<p>“Ji Eunnn!!!” teriaknya sambil mengetuk pintu, namun tak ada tanda – tanda pintu akan dibuka.</p>
<p>Tak sabar, namja itu mencoba membuka pintunya. Ternyata benar  dugaannya, pintunya tidak dikunci. <em>Dasar pabo..! selalu tak mengunci pintu..</em> batinnya</p>
<p>Dilihatnya yeoja yang lebih muda 4 tahun darinya itu masih tertidur pulas dalam balutan selimutnya. Sama sepertinya yang suka sekali tidur dengan membungkus seluruh tubuhnya dengan selimut. Namja itu tersenyum. Berjalan perlahan dan duduk di samping yeoja itu. Ditariknya perlahan selimut yang membungkus tubuh yeoja itu.</p>
<p>“Ji Eun-ah..”Namja itu memanggil yeoja itu lembut sambil menggoyangkan tubuh yeoja itu pelan. Membuat yeoja itu menggeliat dan perlahan membuka matanya.</p>
<p><em> </em></p>
<p><em>If I’m by your side when you wake me up<br />
I have nothing more to wish for<br />
I want to see you</em><em></em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>*Ji Eun’s PoV*</em></p>
<p>Aku merasa ada yang menggoyang – goyangkan tubuhku. Dan perlahan aku mendengar suara namja memanggil namaku. Ku coba mengembalikan jiwaku yang sebenarnya masih ingin melayang ke alam mimpi. Perlahan, ku buka mataku. Dan ternyata aku tidak salah, memang ada seorang namja yang menggoyang – goyangkan tubuhku dan menatapku sambil tersenyum manis sekali. Aku sudah sangat hafal dengan senyum itu. Senyum yang juga selalu hadir di setiap mimpi &#8211; mimpiku.</p>
<p>“Ji Eun-ah..” sekali lagi namja itu memanggilku, segera ku hadapkan badanku padanya dan mencoba tersenyum dengan mata sedikit terpejam</p>
<p>“ne Oppa..”</p>
<p>“cepat mandi, ini sudah jam setengah 7, kau bisa terlambat..” dia menarik tanganku dan menuntunku untuk bangkit.</p>
<p>“masih ngantuk oppa..” jawabku sambil menarik selimutku kembali dan berdiam disana. Dan seperti biasa, namja ini tak akan berhenti begitu saja. Ditariknya selimutku dan mulai menggelitik tubuhku.</p>
<p>“ahh&#8230;oppaa&#8230;.kyaa” aku menjerit sambil mencoba melepas tangannya dari pinggangku, namun dia malah semakin cepat menggelitik tubuhku sambil tertawa</p>
<p>“ayyoo bangun pabo!!” ucapnya</p>
<p>“kyaa..Jinki oppaaa, lepaass&#8230;” akhirnya dengan tendangan mautku berhasil membuatnya berhenti menggangguku bahkan terjatuh dari kasur.</p>
<p>“aiigoo, appoo.. pabo!” katanya sambil menggosok pantatnya yang bisa kupastikan terasa sakit.</p>
<p>“salah sendiri, wee” kataku mengejeknya, lalu bangkit dari kasur</p>
<p>“ne..ne..aku bangun..” lalu melangkah keluar kamar, dia mengikutiku dari belakang.</p>
<p>Puas sekali rasanya menendangnya tadi. Sesekali kulihat wajah namja dibelakangku itu. Tampan sekali walau sedang tak tersenyum saat ini. Pipinya yang chubby itu semakin gembul jika dia cemberut seperti itu. Gemas sekali ingin mencubitnya. Dan tak terasa tanganku ini otomatis langsung mencubit pipinya yang gembul itu.</p>
<p>“Auu..” jeritnya, aku tertawa melihatnya seperti itu. Lucu sekali.</p>
<p>“gomawo sudah membangunkanku oppa..” kataku lalu kucium pipi gembulnya itu sekilas. Membuat pipiku bersemu merah setelahnya dan langsung berlari menuju kamar mandi sebelum namja  itu tau aku seperti ini.</p>
<p><em>*Jinki’s PoV*</em></p>
<p>Aku berada dibelakang Ji Eun saat ini dan tiba &#8211; tiba dia mencubit pipi kananku.</p>
<p>“Auu..” aku menjerit kecil tapi dia malah tertawa. senang sekali bisa melihat tawanya yang khas itu. Ingin rasanya aku melihatnya lebih lama lagi.</p>
<p>“gomawo sudah membangunkanku oppa..” katanya lagi dan,</p>
<p>~Chu~</p>
<p>Ji Eun mengecup pipiku sekilas. Membuatku mematung sambil menatapnya yang segera beranjak ke kamar mandi. Ku pegang pipi kananku yang tadi dikecupnya. Sepertinya kedua pipiku bersemu merah saat ini. Jantungku pun berdebar cepat luar biasa. Ah, ingin rasanya berteriak mengungkap betapa bahagianya aku saat ini. <em>Gomawo Ji Eun-ah..saranghae&#8230;</em></p>
<p align="center">***</p>
<p>“annyeong aku berangkat..” kulambaikan tangan pada Ji Eun masih sibuk dengan sepatunya dan bergegas keluar rumah. Sengaja menggodanya dengan berpura – pura berangkat duluan.</p>
<p>“Oppaa.. chamkamaann..!! “ teriaknya, aku pun menghentikan langkahku dan menunggunya hingga berada disampingku.</p>
<p>“lama sekali..dasar Yeoja ! “ ku acak – acak rambutnya, ku lihat wajahnya yang terlihat kesal dengan perkataanku barusan. Membuatku semakin ingin menggodanya.</p>
<p>“pabo ! “ kataku lagi sambil mencubit pipinya yang chubby sepertiku. Membuatnya menoleh dengan wajah cemberut. Walau begitu tak bisa mengurangi kecantikannya sedikitpun. Neomu yeppeo.</p>
<p>“suka sekali memanggilku Pabo..aku punya nama oppa..!” katanya</p>
<p>“hehe..iya, iya mianhae Ji Eun-ah..” kataku sambil tersenyum menatapnya. Dia ikut tersenyum.</p>
<p>“gitu donk..” katanya sambil memukul lenganku</p>
<p>“cerewet..” kataku sambil menjambak pelan ujung rambutnya, lalu berlari mendahuluinya.</p>
<p>“dasar oppa pabooo..!!” katanya sambil berlari mengejarku. Senang sekali rasanya bisa seperti ini, bersama dengannya dan tertawa bersamanya. Aku berharap aku bisa seperti ini selamanya.</p>
<p><em> </em></p>
<p><em>Don’t think that we can’t love because we’re young</em><em></em></p>
<p><em>Before </em><em>it’s too late</em><em></em></p>
<p><em>Before I grow older, can you hold onto me?</em><em></em></p>
<p><em>*Author’s PoV*</em></p>
<p>Seorang namja berbadan tinggi dan kekar menatap Ji Eun dan Jinki yang sedang berlarian dari kejauhan. Tangannya menggenggam sebuah handphone. Tak lama setelah itu namja itu menelepon seseorang yang sudah menunggu laporannya sejak minggu kemarin.</p>
<p>“yeoboseyo..”</p>
<p>“ne..i found her..” KLIK</p>
<p>Namja itu menutup telepon dan bergegas masuk ke mobil sportnya dan beranjak pergi dari tempat itu, mengikuti Ji Eun dan Jinki.</p>
<p align="center">***</p>
<p>            Seorang namja dan yeoja sedang bercengkrama di bawah pohon besar di depan sebuah sekolah menengah atas seoul sambil meminum segelas jus. Namja itu bertubuh kurus dan memiliki wajah tampan namun bisa juga dikatakan cantik, secantik yeoja dan memiliki sepasang mata kucing yang indah, dengan setia mendengarkan semua celotehan panjang Yeoja bermata sipit berpipi chubby dengan rambut coklat sebahu. Ya, Lee Ji Eun dan Kim Kibum sepasang sahabat yang tak bisa dipisahkan sejak mereka bertemu di awal tahun SMA hingga saat ini. Dan kebiasaan itu tak pernah berubah, Kim Kibum adalah seorang pendengar yang baik dan Lee Ji Eun suka sekali berbicara panjang lebar apalagi jika itu sudah menyangkut Lee Jinki.</p>
<p>Terkadang Kibum sedikit bosan juga karena topik pembicaraan mereka setiap harinya selalu ada hubungannya dengan Lee Jinki, namun bagaimanapun juga dia tak mau membuat sahabatnya itu sakit hati karena Ji Eun selalu bisa membantu Kibum setiap kali ada masalah. Solusi – solusi dari Ji Eun selalu tepat. Dan mereka cocok dalam segala hal. Terutama dalam hal sastra mereka sangat cocok. Kibum pandai membuat lagu dan bermain alat musik dan Ji Eun pandai sekali menyanyi bahkan menyanyikan lagu – lagu Kibum. Klop sekali bukan? Dan seperti biasanya kali ini mereka juga sedang membahas tentang Jinki.</p>
<p>“lalu apa respon Jinki hyung? Berani sekali kau ini..” Kibum menepuk jidat Ji Eun</p>
<p>“Entahlah Kibummie.. aku langsung lari ke kamar mandi, entah bagaimana responnya, aku hanya tak ingin Jinki Oppa tau wajahku yang memerah seperti kepiting rebus saat itu. “</p>
<p>“lagian, kau sih terlalu nekat..” Kibum kembali menyeruput Jusnya.</p>
<p>“lah mau bagaimana, tak tahan rasanya ingin sekali menciumnya, bahkan ingin mencium bibirnya yang tebal itu..” kata Ji Eun sambil membayangkan Jinki</p>
<p>“hash..omonganmu ini mulai ngawur..bagaimana mungkin? Jinki hyung hanya menganggapmu sebagai dongsaengnya tau..”</p>
<p>“iya sih, ah..kenapa ya Jinki hyung tidak bisa mencintai ku dan menganggap ku sebagai kekasihnya Kibum-aah..” kali ini Ji Eun menarik – narik seragam Kibum.</p>
<p>“ahh,kau ini..”</p>
<p>“Ji Eun – ah..”</p>
<p>Sebuah suara lembut mengagetkan kedua sahabat itu dan kepala mereka seketika menoleh ke arah sumber suara.</p>
<p>“ah, oppa&#8230;” Ji Eun tersenyum pada Jinki yang juga tersenyum sambil berjalan mendekati mereka berdua.</p>
<p>“Annyeong Kibum-ah..” Jinki menyapa Kibum</p>
<p>“annyeong Jinki Hyung.. “ ujar Kibum membalas.</p>
<p>“ayo pulang oppa..” Ji Eun menarik tangan Jinki yang memang kemari untuk menjemputnya.</p>
<p>“lho, apa tidak menunggu disini dulu? Kibum nanti sendirian, kau pulang naik apa Kibum-ah?” Jinki menatap Kibum bingung. Kibum malah tertawa</p>
<p>“aku dijemput Hyungku sebentar lagi, Jinki hyung dan Ji Eun duluan saja.”</p>
<p>Jinki manggut – manggut lalu menarik tangan Ji Eun.</p>
<p>“baiklah, kami duluan ya Kibum-ah.. annyeong.. “ ujar Jinki sambil melambaikan tangan, diikuti Ji Eun sambil melirik mengisyaratkan sesuatu yang pastinya Kibumsudah hafal maksudnya, bahwa Ji Eun senang sekali bergandengan tangan seperti itu dengan Jinki.</p>
<p>“annyeong Hyung..” balas Kibum sambil mengedipkan matanya pada Ji Eun.</p>
<p>Tak lama setelah Ji Eun dan Jinki pergi dari tempat itu, sebuah mobil sport berhenti tepat di depan Kibum. Seorang namja bertubuh kekar dan tinggi keluar dari mobil itu dan mendekati Kibum. Kibum mengenal jelas siapa namja itu.</p>
<p>“annyeong Kibum-ah..” namja itu kini berada di depan Kibum</p>
<p>“Choi Minho, apa yang kau lakukan disini? “ ujar Kibum ketus, sejujurnya Kibum tak suka dengan namja ini.</p>
<p>“yeoja tadi itu temanmu?” kata Minho lalu duduk disamping Kibum</p>
<p>“ne, waeyo?”</p>
<p>“apa namanya Lee Ji Eun?”</p>
<p>“ada perlu apa kau dengannya?“ kali ini Kibum merasa pasti ada yang tak beres dengan namja bernama Choi Minho ini.</p>
<p>“Tak apa. Ayo kuantar kau pulang, hyungmu menyuruhku menjemputmu,” Minho menarik tangan Kibum</p>
<p>**to be continue**</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/shaokt.wordpress.com/163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/shaokt.wordpress.com/163/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/shaokt.wordpress.com/163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/shaokt.wordpress.com/163/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/shaokt.wordpress.com/163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/shaokt.wordpress.com/163/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/shaokt.wordpress.com/163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/shaokt.wordpress.com/163/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/shaokt.wordpress.com/163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/shaokt.wordpress.com/163/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/shaokt.wordpress.com/163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/shaokt.wordpress.com/163/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/shaokt.wordpress.com/163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/shaokt.wordpress.com/163/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=shaokt.wordpress.com&amp;blog=1849278&amp;post=163&amp;subd=shaokt&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://shaokt.wordpress.com/2011/07/20/ff-i-want-to-see-you-1-of/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/620d187da1c5a89e0eeb94a8c3bd625c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Sha-Umh MedIa</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://shaokt.files.wordpress.com/2011/07/nitp.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">OnIu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>[FF] Our World (2 of ?)</title>
		<link>http://shaokt.wordpress.com/2011/07/02/ff-our-world-2-of/</link>
		<comments>http://shaokt.wordpress.com/2011/07/02/ff-our-world-2-of/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 02 Jul 2011 08:58:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>shamedia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fan Fiction]]></category>
		<category><![CDATA[My Stories]]></category>
		<category><![CDATA[FanFic]]></category>
		<category><![CDATA[FF]]></category>
		<category><![CDATA[Korean]]></category>
		<category><![CDATA[Lee Jinki]]></category>
		<category><![CDATA[Onew]]></category>
		<category><![CDATA[Romance]]></category>
		<category><![CDATA[Sequel]]></category>
		<category><![CDATA[SHINee]]></category>
		<category><![CDATA[Story]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://shaokt.wordpress.com/?p=161</guid>
		<description><![CDATA[[FF] Our World Author : ShamediA@2011 Genre : Romance, Fan Fiction Cast : Lee Jinki – Onew SHINee SideCast : Park Hyunsa Notes : hehe, penulis amatiran ini lagi mencoba membuat pan piktion *apaan tuh* entahlah kenapa tiba – tiba saya ingin menulis FF. Yah, mohon kritik dan sarannya ya..hehehe jangan jadi silent readers *padahal [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=shaokt.wordpress.com&amp;blog=1849278&amp;post=161&amp;subd=shaokt&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>[FF] Our World</strong></p>
<p>Author : ShamediA@2011</p>
<p>Genre : Romance, Fan Fiction</p>
<p>Cast : Lee Jinki – Onew SHINee</p>
<p>SideCast : Park Hyunsa</p>
<p>Notes : hehe, penulis amatiran ini lagi mencoba membuat pan piktion *apaan tuh* entahlah kenapa tiba – tiba saya ingin menulis FF. Yah, mohon kritik dan sarannya ya..hehehe jangan jadi silent readers *padahal saia sering kayak gitu &#8211;“ (tapi itu duluu..) hehe*</p>
<p>Biasanya bikin one shoot, tapi kali ini ga tau kenapa pengen bikin sequel *apaseh*</p>
<p>Ya sudah..happy reading.. silahkan mengevaluasi *kritik &amp; Saran* hehehe..</p>
<p align="center">**CUE**</p>
<p><strong>PART 2</strong></p>
<p>“nugu-ya?”</p>
<p>Ku edarkan pandanganku ke seluruh tempat ini. Kosong. Tidak ada seseorang pun disini selain aku. Lalu itu tadi suara siapa? Kenapa terdengar begitu familiar dan begitu dekat di telinga ku?<span id="more-161"></span></p>
<p>Aneh.</p>
<p>Aku mulai merasa aneh.</p>
<p><em>WUUSHHHHHH~</em></p>
<p>Angin berhembus lebih kencang dari sebelumnya. Menyentuh pori – pori tubuhku yang hanya memakai kemeja biru tipis dengan lengan pendek. Dingin. Udara malam ini begitu dingin. Sama seperti hatiku yang seolah membeku. Terlalu dingin tanpa kehadirannya. Tanpa sosoknya yang dulu selalu hadir menghangatkan hati dan jiwaku.</p>
<p>Hhh&#8230;</p>
<p>Lagi – lagi, kutarik nafas panjang dari mulutku. Kandungan oksigen di udara dengan cepat menerobos masuk ke dalam paru – paruku, dan dengan cepat pula keluar melalui mulutku. Sebaiknya aku masuk ke apartemenku dari pada membeku disini.</p>
<p>Ku langkahkan kakiku menuju pintu atap apartemen bertingkat 10 ini. Tinggal beberapa langkah lagi, aku akan berhasil menyentuh pegangan cokelat itu, namun..</p>
<p>“Jinki-ah..”</p>
<p>Suara itu terdengar lagi. Ku balikkan badanku cepat. Ku putar badanku mencari pemilik suara itu. Suara yang sangat familiar di telinga ku. Dan,</p>
<p>DEG..DEG&#8230;</p>
<p>Dada ini seketika bergemuruh. Jantungku berdetak lebih cepat dari biasanya. Sama. Masih sama dengan saat – saat itu. Saat – saat yang paling ku rindukan. Saat bersamanya.</p>
<p>Kedua mataku berhasil menangkap pemilik suara itu. Sosok itu berdiri tak jauh dibelakangku. Kenapa sosok itu bisa ada? Ini tidak mungkin. Pasti ini mimpi. Atau ini sebuah khayalan.</p>
<p>Ku gelengkan kepalaku ke kanan dan ke kiri sambil menutup mata. Mencoba meyakinkan diriku bahwa ini tidak mungkin. Mataku pasti salah. Aku salah melihat. Ku coba mengangkat kembali wajahku dan melihat kembali apa yang kulihat tadi di hadapanku.</p>
<p>DEG&#8230;DEG..</p>
<p>Sosok itu. Masih ada disitu. Sosok yang selalu kurindukan. Sosok yang selama ini ku cari. Benarkah itu dia? Benarkah? Kenapa dia bisa muncul disini?</p>
<p>“ini aku nae jinki-ah&#8230;” sosok itu mendekat</p>
<p>“benarkah itu kau? “ aku masih belum percaya dengan apa yang terjadi saat ini.</p>
<p>TAP&#8230;</p>
<p>TAP&#8230;</p>
<p>Sosok itu mendekat. Semburat cahaya yang melingkupinya membuat mataku sedikit sakit. Berkilauan, dengan wajah yang masih sama. Tak ada yang berubah. Hanya saja terlihat lebih bercahaya. Neomu yeppeo&#8230;</p>
<p>“is that really you?”</p>
<p>“ne.. it’s me..”</p>
<p>***to be continue***</p>
<p>Notes : hehe pendek ya? Ya beginilah saya. Kalo nulis tiba – tiba ada yang menghancurkan mood saya jadinya ya seperti ini.. hiks (T_T) mianhae&#8230;tetep RCL yaa&#8230;gomawo</p>
<p align="center"><img title="More..." src="http://shaokt.wordpress.com/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif" alt="" /></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/shaokt.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/shaokt.wordpress.com/161/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/shaokt.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/shaokt.wordpress.com/161/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/shaokt.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/shaokt.wordpress.com/161/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/shaokt.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/shaokt.wordpress.com/161/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/shaokt.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/shaokt.wordpress.com/161/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/shaokt.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/shaokt.wordpress.com/161/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/shaokt.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/shaokt.wordpress.com/161/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=shaokt.wordpress.com&amp;blog=1849278&amp;post=161&amp;subd=shaokt&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://shaokt.wordpress.com/2011/07/02/ff-our-world-2-of/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/620d187da1c5a89e0eeb94a8c3bd625c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Sha-Umh MedIa</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://shaokt.wordpress.com/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif" medium="image">
			<media:title type="html">More...</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
